Praankkkk 2

1313 Words

Aku gugup mendekati tanggal haidku. Aku ingin hamil. Banyak alasan yang kumiliki atas keinginan ini. Salah satunya, agar tak berpisah dari Al dan menjadikannya suamiku di catatan negara. Namun, aku juga tak ingin hamil karena mungkin itu akan menyulitkan hubungan kami. Rasanya serba salah. Hubungan kami masih baik, masih harmonis dan sikap Al seringnya manis seperti biasa, tapi kami tak bersentuhan fisik lebih dari pelukan. Tak ada ciuman apalagi gelut ranjang. Tiap bersisir kutemukan rambutku banyak rontoknya, memikirkan ribuan cara untuk merayu Al. Sekali pun baju dinas pembeliannya kupakai, Al tak bereaksi sesuai harapanku, dia hanya akan bergurau biasa saja tanpa meneruskan apa-apa. Alat tes kehamilan sepekan lalu masih negatif, begitu pun tiga hari setelahnya, negatif juga. “QIYA!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD