“Qi...” “Hm?” “...” Kami baru saja pulang dari rumah Ibu dan sedang dalam perjalanan menuju kontrakan. “Apa Al? Gak kedengeran.” “Aku memang gak bilang apa-apa,” jawabnya santai. Aku menepuk punggungnya, “Terus ngapain manggil.” Al tertawa. “Apa sih, gak jelas!” “Mau jalan-jalan ke mana?” tanyanya kembali serius. Aku memikirkan suatu tempat yang bisa jadi tujuan. Karena tadi selepas Ashar juga sudah tidur, rasanya aku akan sedikit larut malam terpejam nanti. Ingin mengajukan tempat makan, tapi kami baru saja selesai makan. Ingin mengunjungi taman-taman, tapi akan banyak bertemu pasangan berpacaran. “Hm, ngelamun lagi, Qi?” “Enggak. Aku gak punya tujuan mau ke mana.” “Gimana kalo ke ....” Suara angin yang terdengar. “Mau gak?” “Ke? Gak kedengeran Al?” tanyaku sambil memasang t

