Hari-hari makin menyenangkan. Aku bekerja di hotel dengan jadwal teratur seperti perusahan lamaku dulu. Masih tahap menyesuaikan diri, tapi semua orang di sana bersikap membantu dan ramah. Dan hari ini ahad, hari yang selalu menjadi hiburan untuk diri sendiri setelah enam hari bekerja. Al juga libur. Entah apa yang dikerjakannya di dalam kamar. Aku tak begitu yakin seperti apa ruangan itu karena belum pernah memasukinya. Dan sebenarnya aku tak mau menaruh peduli atas apa pun yang mungkin akan membuatnya murka dan tegang dalam kedamaian rumah tangga kami. Al bersedia diseret mengunjungi keluargaku sebulan sekali, sikapnya selalu sama di mana-mana. Bahkan Mbak Hira menyukainya, Mas Hamka juga bisa saling bicara dengan Al. Dia tak sering bersikap aneh lagi semenjak aku memberikan nomor ponsel

