Si H

1438 Words

Aku tak membahas apa-apa kepada Al. Sikapku biasa, tapi Al tampak tak suka saat kami saling bersua. Beberapa hari terakhir dia sering menghindar, bicara seperlunya, menampilkan wajah serius dan sedikit sekali bergurau. Pun, Al lebih banyak sensitif daripada aku yang sedang haid. Kini haidku selesai. Aku baru salat kembali Ashar dan Magrib tadi, kini Isya pula. “Qi...” panggilnya terdengar. Aku berbalik, masih dalam balutan mukena. “Iya?” Al melipat tangan sambil bersandar di kusen pintu, menatap saja aku dengan senyum samarnya yang tak biasa kutemukan. “Apa Al?” tanyaku serius. Karena dia sedikit banyak mengganggu zikir selesai salatku. “Cantik kamu pake mukena, Qi.” Aku yang tak siap dengan kalimatnya jadi terkejut, terkesan dan malu juga. “Apa maksudnya muji gitu?” “Ngobrol yuk!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD