Pakaianku masih sama. Kemeja putih dan rok hitam panjang. Baru saja pulang bekerja malah di rumah disuguhkan tayangan langsung pelukan erat antara Chandra dan Chana, kedua mertuaku. Al, putra mereka sudah menghilang ke kamarnya. Tapi dua tamu tak diundang tersebut seolah tak apa-apa karena ini rumah anak mereka juga yang menyewa. Aku tak sanggup lagi hanya berdiam sebagai pendengar temu rindu mereka yang memuakkan. Aku berdeham lalu mengatakan, “Mohon maaf. Kami gak punya kursi tamu, jadi, boleh ke meja makan kalau pegal berdiri.” “Gak pa pa, Qi. Kami akan langsung balik aja," tolak Chana. “Kok balik sih, Cha? Kita kan mau nginep dulu. Kangen kenangan di sini," sahut suaminya punya rencana berbeda. "Kangen kamu banget." Sebentar! Apa maksudnya Chandra juga akan menginap di sini?! Di si

