Tiga puluh menit satu meja dengan Pak Dodo. Harusnya kuputar waktu dan kembali ke malam itu. Namun, dipikir-pikir lagi perubhan Pak Dodo ada baiknya juga, untuk dia pribadi maksudku. Sementara sisi lain untukku, aku senang bekerja di sini, tanpa gangguannya. Suara azan Zuhur memberi kesempatan untukku memisahkan diri darinya. "Pak, saya balik kerja dulu, ya." "Iya, Bu." Aku hendak beranjak, tapi suaranya keluar lagi. "Rasanya saya mau pindah kerja di sini juga. Ibu bagian HRD 'kan? Ada lowongan yang cocok buat saya? Biar kita bisa sama-sama terus, Bu," ujarnya seolah kami sepasang kekasih yang terpaksa berjauhan. "Gak ada, Pak!" jawabku spontan. Aku sedikit mengoreksi dengan kalimat lebih santun, "Lagi gak ada, untuk saat ini." "Oh. Kalo ada, hubungi saya, ya. Saya tahu kok, Ibu se

