Hidup tak mudah kawan. Apalagi kalo urusannya sama orang sinting semacam Alfarisi. Pertama kalimatnya selalu membuat naik pitam, lalu tindak-tanduknya suka sesuka hati saja, kemudian ada otak yang sulit diterka apa idenya. "Kamu minat banget ya Al sama dia. Sampe tau pekerjaan lainnya juga," sinisku tak ingin pagi ini berakhir dimenangkan olehnya. Al bertekan tangan di pinggang. "Bukan aku, kamu!" Aku angkat tangan, tak menerima tuduhannya. "Aku beneran gak bakal balik sama El. Gih, ambil pujaan hati kamu itu!" "Yakin kamu, Qi?" tantangnya geli. Aku mengangguk pasti. "Siapa yang bilang hari ini Jum'at?" Aku tersentak. Rasanya hari Jum'at. Pokoknya harus Jum'at! Al berdecak lidah, "Sabtu, Qiya. Inget dong. Semalem kamu pake gaun ke lima pemberian Chana, Senin sampe Jum'at." Si ...

