Kalung

1364 Words

Kami batal mengunjungi butik karena semua toko-toko itu hampir akan tutup. Jadi, hanya berkeliling-keliling saja lalu pulang. Al tidak lupa membeli cemilan. Siomay. Hebat sekali dia, perutnya tak penuh-penuh diisi makanan. Aku tak berminat untuk berkomentar. Rasanya masih sebal sekali harus membantu Al. Nyatanya dia tak akan berubah lebih baik sekalipun pertolongan yang kuberi membuahkan hasil positif. "Qi?" "Hm?" "Kenapa? Kok diem aja. Ngelamuin apa lagi?" "Aku gak ngelamun." "Terus?" "Gak ada apa-apa." "Oh." "Kenapa memangnya?" "Enggak." Saat sampai di rumah kami berpisah dengan keinginan masing-masing. Aku lekas ke kamar, berganti pakaian. Tak kupedulikan Al mau apa dengan waktu miliknya. Seperti biasa, sebelum tidur aku akan gosok gigi dulu dan minum. Kadang-kadang berwudu j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD