Aku bangun tanpa Al. Haruskah kunamai dia itu Cinderella? Saking seringnya menghilang saat pagi menjelang. Aku menguar rambut sendirian sambil memikirkan kegilaanku semalam. Rasanya makin sempurna saja keinginanku untuk tetap dan terus menyandang status istri dari Alfarisi. Aku yakin seratus persen, langka laki-laki di dunia yang masih bersikap baik ketika marah dan bertengkar begitu. Al bahkan tak menolak permintaanku untuk dipeluk saat tidur. Laki-laki mana yang bisa menggantikannya bersikap begitu kepadaku? Aku bangkit setelah sedikit merenungkan beruntungnya aku. Lepas dari El, mendapatkan Al. Aku akan bertanggung jawab dan meminta maaf padanya nanti. Kuakui tindakanku keterlaluan sebagai istri, tapi ... harusnya bagaimana lagi menyatakan perasaan? Aku bukan seorang yang ahli melakuk

