Retta berdiri di depan wastafel kamar mandinya. Ia mengoleskan pelembab wajah ke seluruh mukanya. Ia pandangi wajahnya lamat-lamat ke cermin di depannya. Retta seketika teringat akan sesuatu. Hantu pengantin yang ia temui kemarin, ia seperti tak asing dengan wajah hantu itu. tetapi, Retta tidak merasa pernah bertemu dengan hantu itu sebelumnya. Ia yakin, bahwa kemarin itu adalah hari pertama mereka bertemu. Terasa mirip dengan seseorang, tetapi Retta tak yakin siapa orang itu. Untuk sekejap, Retta mengingat kembali percakapannya dengan Naya di warung tadi pagi. Jika Naya tak pernah bertemu lebih tepatnya tak pernah merasakan kehadiran hantu itu, mengapa hanya dirinya yang bisa merasakannya? Bukankah mereka memiliki kepekaan yang sama? Seharusnya Naya juga merasakan ke

