Retta berdiri di tengah kegelapan yang sangat pekat. Bahkan ia berfikir bahwa dirinya tengah tertelan dalam kegelapan itu. Retta menatap ke sekelilingnya, tidak ada apapun di sekitarnya. Hanya kegelapan yang menyelimuti dirinya. Retta mencoba untuk berjalan entah ke arah mana, yang jelas dirinya tak bisa hanya diam saja di tengah kegelapan itu. ia harus mencari jalan keluar. Retta tak tahu dirinya berjalan ke arah mana, ia seperti berada di ruang hampa. Ia juga tak tahu sudah berapa lama dirinya derada di kegelapan itu. sayup-sayup, Retta , mendengar suara seseorang yang menangis. Retta mencari-cari asal suara tersebut. Ia mengikuti arah suara tersebut dan terus bejalan mengikutinya. Sampai ia bertemu dengan seseorang. Jauh di depannya, seorang perempuan m

