Cincin Pernikahan

908 Words
Alena kini tengah berada di ruang kerja David, mereka membuka kotak cincin pernikahan yang baru saja sampai dibawa oleh Farez. Saat kotak itu terbuka, betapa terkejutnya Alena melihat jenis cincin yang ada di dalamnya. Cicin pernikahannya mengandung emas welsh, salah satu emas yang dinilai sebagai emas terbaik terbaik jika dibandingkan dengan emas yang beras dari Australia dan Afrika Selatan. “Om, kenapa membelikan cincin yang mengandung emas welsh? Yang menikah itu aku dan David, bukan Ratu Elizabeth.” Alena memelototkan matanya tajam ke arah Farez. “Berhenti memanggilku ‘Om’, umur kita tidak beda jauh!” kesal Farez yang tak terima dicap sebagai om-om. “Jangan mengalihkan pembicaraan!” tegas Alena membuat Farez bergidik ngeri. Calon pengantin wanita dan prianya sama-sama garang. Batin Farez mendumel. Dia berpikir, akan seperti apa kedua insan itu jika dipersatukan. Bisa jadi pasangan yang serasi, seperti macan yang tidak diberi makan berhari-hari. Cukup mengerikan. Farez menatap ke arah David rencana meminta bantuan, supaya David membelanya. Namun, David malah mengedikkan bahunya acuh, Farez menelan salivanya kasar, dia terpaksa harus menjelaskannya sendiri pada Alena. Punya bos yang sejatinya sahabat sendiri memang menyebalkan. Farez kembali mendumel dalam batinnya. “Itu karena calon suamimu yang menyuruhku untuk membelikan cincin pernikahan terbaik di Inggris yang dirancang khusus. Aku langsung datang ke tempat perancang cincin itu langsung, dan penjualnya memberitahukan bahwa itu adalah cincin terbaik yang selama ini mereka rancang,” jelas Farez sekali tarikan napas. “Jelas saja terbaik, karena hanya keluarga kerajaan yang memesan untuk pernikahannya,” cibir Alena. “Apa hubungannya dengan kerajaan?” tanya David yang juga tidak mengerti. “Ternyata kalian berdua sama saja, tidak ada yang mengerti!” cibir Alena. David dan Farez saling tatap, mereka memang benar-benar tidak mengerti. Apa hubungannya cincin tersebut dengan keluarga kerajaan, dan Ratu Elizabeth? Padahal, David hanya menyuruh Farez membelikan cincin dengan rancangan terbaik, dan Farez pun menuruti perkataan David. Akan tetapi, itu menjadi masalah bagi Alena. “Coba jelaskan pada kami, Baby!” pinta David. Alena menarik napasnya panjang, menatap kedua pria itu sebal. “Begini, biar aku jelaskan. Apa kalian tidak pernah membaca situs tentang keluarga kerajaan Inggris?” David dan Farez menggeleng. “Pantas saja. Di keluarga kerajaan Inggris sejak pernikahan Prince Albert dan Lady Elizabeth pada tahun 1923 cincin pernikahan yang diberikan untuk pengantin perempuan harus mengandung emas welsh, dan tradisi itu berlanjut hingga saat pernikahan Ratu Elizabeth II hingga Kate Mildon.” Alena menjelaskan pada kedua pria di hadapannya. David dan Farez yang sejak tadi menyimak apa yang diucapkan oleh Alena seperti dua murid yang sedang mendengarkan penjelasan gurunya. Bagaimana tidak, dua pria itu duduk, jari-jari tangannya ditautkan untuk menopang dagunya, lalu matanya menatap Alena lekat. “Apa kalian dengar yang aku bicarakan?” tanya Alena, karena tidak mendapatkan respon dari kedua pria tersebut. Keduanya serentak menjawab. “ Kami mendengarkan.” “Coba katakan apa yang baru saja aku bicarakan!” perintah Alena. “Cincin itu dipakai di acara pernikahan keluarga kerajaan,” ucap keduanya secara bersamaan. “Lalu kenapa kau membelikan itu untuk pernikahan kami?” tanya Alena menatap Farez tajam. Pria itu menelan salivanya kasar. “Karena itu cincin dengan rancangan terbaik,” jawab Farez. “Tapi—“ Belum sempat Alena melanjutkan protesnya, David segera memotong. “Aku yang menyuruhnya, dan itu tidak salah. Meskipun cincin jenis itu hanya orang keluarga kerajaan yang menggunakannya, tidak masalah, karena kita mampu, dan aku menginginkan cincin rancangan terbaik yang akan meIingkar di jari manis kita." Jika David sudah berbicara panjang lebar seperti itu, kini Alena yang terdiam. Memang benar menurut David, jika Farez tidak salah karena membeli cincin dengan rancangan terbaik. Karena semua orang juga menginginkan rancangan yang luar biasa untuk di hari pernikahannya, lagi pula David mempunyai segalanya, membeli satu pasang cincin yang mengandung emas welsh bukan sesuatu yang besar bagi David. “Sudah, jangan dipermasalahkan lagi. Aku juga tidak masalah membelinya semahal apa pun,” ucap David. “Dengar apa yang dikatakan calon suamimu itu, Alena!” sindir Farez ketika dia didukung oleh David. Alena yang semula diam, ketika mendengar sindiran dari Farez menjadi geram. Gadis itu meraih bantal sofa, lalu melemparkannya tepat pada wajah Farez. Dengan dramatis Farez sok-sokan kesakitan akibat perlakuan Alena. David menatap Farez geli dengan tingkahnya, dia tersenyum tipis melihat kelakuan Alena yang sangat unik menurutnya. “Awas kau, Alena!” ancam Farez. “Berani kau mengancam calon istriku?” tanya David penuh sindiran. “Diam, aku tidak punya masalah denganmu! Aku punya masalah dengan calon istrimu itu!” tekan Farez. “Cih, aku tidak takut dengan pria sepertimu!” cibir Alena. Hancur sudah reputasi Farez yang selama ini selalu tampil elegan dan bersikap dingin seperti David, di depan Alena dia tidak bisa menjaganya. David bergidik ngeri, membayangkan jika Alena dan Farez terus berdebat seperti itu. Bisa-bisa David stres menghadapi keduanya, dilihat sekarang juga Farez dan Alena saling lempar bantal sofa. Mereka seperti tikus dan kucing yang bertengkar. “Daddy!” rengek Alena seraya memeluk David. “Cih, beraninya mengadu!” sindir Farez membuat Alena memelototkan matanya tajam. “Aku lapar,” ucap Alena manja. Belum sempat David menjawab, Farez sudah berbicara terlebih dahulu. “Ayo, kita makan!” Pria itu segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Tawa Alena pecah ketika melihat Farez yang terburu-buru berjalan kini menabrak pintu ruang kerja tersebut. Alena sangat senang disuguhkan pemandangan seperti itu, sementara Farez menatap Alena sebal. “Kau senang sekali melihat Farez seperti itu,” ucap David mencubit gemas. “Habisnya lucu, Daddy,” jawab Alena.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD