"Semangat Lona, ini masih permulaan." Semangatnya pada diri sendiri dan bergegas pergi Sekolah. "Jangan lupa sore nanti kau harus belajar temali dengan Jonathan. "Peringat Allegra membuat Lona tersenyum paksa. Dengan desahan berat Lona melangkahkan kakinya memasuki Sekolah. Ia masih melihat dari jauh pria yang duduk sebelahnya sedang dihadang beberapa siswa lain. "Ayo bawakan!" Titah salah satu melemparkan tasnya pada Zio. Ranzio masih setia diam tanpa perlawanan dan menundukkan kepalanya didepan kerumunan preman Sekolah. "HOI......" Teriak Lona membuat semuanya mengarahkan pandangan mereka pada Lona.Gadis yang menyelempangkan tas pada sebelah tangan dan satunya menenteng jaket Levis. "Wah... ada yang sok jadi pahlawan disini." Ucap salah satu pria yang menghampiri Lona. "Mau apa k

