Tak Ada Pemberian Gratis

966 Words

Mentari memandangi Mini Cooper berwarna Army Green yang terparkir canggung di depan rumah. Bodinya yang gagah dan catnya yang mengilap, terasa kontras dengan rumah kecil mereka yang sederhana. Kening Mentari mengernyit dalam. “Kenapa Kak Malia pinjemin mobilnya ke Mas?” tanyanya, suaranya penuh rasa ingin tahu—dan sedikit curiga. Langit hanya mengedikkan bahu. “Ya, minjemin aja katanya…” ujarnya, terpaksa berbohong. Ia tak ingin Mentari salah sangka lagi seperti dulu. Jika waktunya tepat ia akan memberi tahu yang sebenarnya. “Mas yakin mau titip di rumah Kak Via?” Mentari bertanya lagi, matanya tak lepas dari mobil mewah itu, seolah takut mobil itu tiba-tiba menghilang. “Di mana lagi?” Langit menghela napas. “Cuma rumah dia yang halamannya luas dan paling dekat.” “Kalau Kak Malia tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD