Chapter 015

1628 Words

Bisakah Vian menolak permintaan mertuanya untuk menginap? Untuk kali ini ternyata tidak. “Mmm... iya, bisa kok, Ma,” jawab Vian seraya melirik dan memberikan senyum pada Leya. Kedua mata Leya sontak membulat dan membuatnya mengumpat dalam hati.   “Katanya kamu kangen sama Mama, saya bisa kok besok berangkat agak siang,” ujar Vian lagi pada Leya.   Leya semakin kesal dibuatnya. 'Apa-apaan sih? Kenapa gak sesuai sama omongannya tadi pagi?’ omelnya dalam hati. “Udah, ayo masuk dulu! Mama udah masakin makanan kesukaan kamu, Le.” Emylda menggandeng Leya masuk ke dalam rumah, Vian ikut di belakangnya. Mereka langsung masuk ke ruang makan dan makan bersama.   Sembari makan, Emylda banyak bertanya bagaimana sikap Leya selama menjadi seorang istri; bukan khawatir anak gadisnya tidak bisa hi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD