Leya yang sedang memperhatikan dosen, tiba-tiba kembali membayangkan Vian. Ia mulai memikirkan bagaimana lelaki itu selalu menepati janji, bahkan ia sampai rela tidur di bawah padahal Leya sudah mengizinkannya untuk tidur bersama. ‘Padahal kalo dia mau macem-macem pun, aku gak bisa nuntut. Kenapa dia selalu baik dan menghargai aku?’ batin Leya bertanya-tanya. “Le, Leya?” tegur Cilla membuyarkan semuanya. “Eh, iya?” jawab Leya yang sedikit terkejut dan langsung menoleh. “Ada tugas itu. Ngelamun mulu deh!” ujar Cilla seraya membalik lembar buku tugasnya. “Ngelamunin siapa sih?” tanyanya kemudian. “Siapa juga yang ngelamun?” bantah Leya, padahal ia sama sekali tidak mendengar apa yang sudah diterangan oleh dosen di depan kelas. “Bohong banget! Mikirin apa sih? Om Via

