Pembicaraan sudah cukup lama terhenti, bisa dipastikan kini Leya sudah tertidur pulas dengan posisi membelakangi Vian. Meski rahasianya sudah dikatakan seluruhnya, Vian masih belum sepenuhnya tenang. Dipandanginya gadis kecil yang sudah terlelap itu, ada perasaan bersalah karena sudah membuatnya terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak dilandasi dengan cinta. Tiba-tiba ia teringat pada omongan Arsen yang mengatainya sebagai ped*fil, padahal pada kenyataannya ia sangat menghargai dan menghormati Leya. Saat hendak berbaring, Vian menemukan sebuah tikar yang terlipat di sela lemari. Dilihatnya kembali Leya; meski gadis itu sudah mengizinkan; ia sangat yakin jika Leya masih merasa keberatan dan tidak nyaman. Maka dari itu, Vian mengambil tikar tersebut dan membentangkannya di lantai.

