“Lho, Mas Alvar nggak jadi pulang?” Tanya Galang yang melihat atasannya itu tiba-tiba sudah ada kembali di pos perbatasan. Pria itu duduk di kursi panjang yang ada di depan pos. Alvar duduk sendiri di sana, mendongak ke arah langit entah dengan pikiran macam apa. Itu sudah malam, dan Alvar lebih memilih di sana dibanding istirahat atau sekalian melakukan hal lain yang lebih terlihat produktif. Sebab di tempat itu, yang terjadi akhir-akhir ini memang hanya itu. Entah menjadi produktif dengan berjaga siaga, atau mengambil waktu istirahat sebaik-baiknya karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. “Kamu sudah bangun?” Bukannya menjawab pertanyaan Galang, Alvar malah balik bertanya. Pria itu tahu juniornya baru terjaga setelah saat ditinggalkan beberapa jam lalu Galang mengambil wakt

