6

1022 Words
Happy Reading..... *Do You really wanna be alone?* Persahabatan memang selamanya tak akan berbuah manis. Orang yang mungkin kita anggap baik dan selalu ada bisa menjadi sebuah duri dalam daging di dalamnya. Lunar sahabat Dion, yang bahkan sudah dianggap adik kandung sendiri oleh Dion, nyatanya menjadi sebuah boomerang bagi Dion. Ia tidak akan pernah mengira jika selama ini Lunar seorang munafik, yang dengan sengaja mencoba merusak hubungannya dengan Kevan. Apa yang mereka bicarakan kemarin ternyata sebuah kenyataan yang mungkin membuat Dion sadar, jika Lunar memang sedang mempermainkan kisah cintanya. "Aku harus menjelaskan sesuatu, Ki!" Dion bersikeras meminta bertemu dengan Kevan. Dion harus meluruskan semuanya. Jika pun Kevan memilih untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Dion, setidaknya Dion tidak membuat kesan buruk di hadapan Kevan. Dion terus mengejar Kevan, mencari tau di mana Kevan berada. Lagi-lagi nihil,  Dion menghela nafasnya Kian sama sekali tidak membantu Dion, Dion tidak bisa bertemu dengan Kevan. Di sekolah pun ia sama sekali tidak bisa berbicara dengan Kevan, bagaimana tidak jika di samping Kevan selalu ada Denis. Setiap Dion mendekat maka Denis yang akan mencoba mengusirnya padahal Dennis tidak punya hak untuk itu, tak jarang Dion tersulut emosi dan pada akhirnya mereka hampir saling baku hantam satu sama lain. Kevan tahu yang sebenarnya jika Dion sekarang ini sedang mencoba memperbaiki kesalahannya. Namun Kevan sudah benar-benar lelah, mungkin sekarang saat yang tepat untuk Kevan berhenti. Ia  tidak  mau terjerat lebih dalam lagi. Ia sedang mencoba untuk merelakan apa yang seharusnya tidak ada di dalam hidupnya. * * * "Kayaknya lo lagi deket banget sama ketua osis itu, Van!" Kian sedikit tidak suka, karena memang Denis terkenal sedikit tidak baik dalam urusan cinta di sekolah. Banyak sekali mantan kekasihnya. Yang benar saja leoas dari Dion, Kevan harus terjerat dengan playboy sekolah yang berkedok baik itu. Kevan hanya mengendikkan bahunya tanpa arti, karna memang Kevan hanya menganggap Denis sebatas teman dan hubungannya dengan Denis tidak lebih dari sekertaris osis dan ketua osisnya. Meski kadang Denis bersikap lebih namun Kevan sama sekali tidak merespon. Cintanya pada Dion masih terlalu besar, meski pun ia memutuskan untuk putus dengan Dion. "Gue harap lo gak jatuh kedua kalinya, Van!" Kian tahu sahabatnya itu memang rapuh, selalu mengalah jika sudah berurusan dengan hati. Dan akhirnya dia sendiri yang akan merasa kecewa dan kesepian. "Gak mungkin Ki, lagian dia juga gak mesti suka sama cowok. Gue pun masih pusing mikirin Dion." * * * * Jika ingin bertanya bagaimana perasaan Kevan saat ini, maka Kevan akan menjawab tidak baik-baik saja. Baru saja ia hendak meninggalkan ruang guru ia melihat Dion dan Denis keluar dari ruang BP. Kevan segera menarik diri dan masuk lagi, ia tak ingin bertemu dengan kedua makhluk itu. "Lo harusnya tahu posisi lo! Gue tahu lo cuma mau misahin gue sama Kevan!" "Lo yang bego! Kenapa lo sia-siain dia, kemana aja lo waktu dia butuh elo?  Lo lebih milih  buat ngurusin sahabat lo itu! Bahkan gue lebih baik daripada elo dan gue selalu ada buat dia." Dion diam mendengar ucapan Denis. Bahkan orang lain pun tahu bagaimana sikapnya selama ini pada Kevan, dia tahu benar alasan Kevan memutuskan hubungan dengannya adalah karna Lunar. Kenapa Dion tidak pernah sadar dari dulu, mungkin jika ia tahu apa maksud dari sikap Lunar saat mereka masih bersahabat, Dion akan lebih memilih meninggalkan Lunar dari awal. * * * "Van, tadi gue lihat Dion berantem sama Lunar dan hebatnya dia sampe mau nampar Lunar. Untung Denis ada di situ!" Kian menceritakan hal yang di lihatnya selama Kevan pergi. "Loh?! Kenapa, ada apa?" Ada sesuatu yang mungkin luput dari pandangan Kevan. Bagaimana bisa sampai Dion ingin menampar Lunar? "Gue gak tau, lo coba tanya Dennis aja." Apa mungkin ini semua ada hubungannya sama yang tadi Kevan lihat. Dion yang keluar dari ruang BP bersama Denis. Kenapa Denis harus terseret ke dalam masalah antara Kevan dan Dion. "Bodo lah! Gue gak mau ikut campur urusan mereka lagi." Kian menoleh menatap sahabatnya, ia tahu sahabatnya itu sedang penasaran. "Lo yakin?" "Hmmm ..." Satu pesan masuk di ponsel Kevan, itu dari Denis. Denis mengajak Kevan untuk bertemu di kantin. "Ki gue pergi dulu, Dennis minta gue buat ketemu sama dia di kantin." Kevan berlalu meninggalkan Kian di tempat duduknya. Ia segera menuju kantin untuk menemui Dennis. * * * Kevan menyusuri lorong hendak menuju kantin. Saat sampai di depan kelas Dion yang berarti kelas Lunar, Ia sedikit meendengar percakapan antara laki-laki dan perempuan. Tadinya ia hendak tidak memperdulikan, namun samar-samar ia mendengar namanya disebut. Dan suara laki-laki itu sepertinya tidak asing bagi Kevan. Ia melangkah mendekat ke arah jendela yang sedikit terbuka. "Gue rasa udah cukup, Lun!" "Gak! Dion masih belain itu homo sialan! Gue belom puas. Gue gak rela kalo sahabat gue jadi homo kayak Kevan!" "Tapi kan sekarang temen lo udah gak deket dia lagi! Lagian gue yakin si Kevan juga udah benci banget sama si Dion, bahkan dia sama sekali gak mau ketemu Dion lagi!" Kevan kaget, bagaimana bisa mereka berdua melakukan itu? Jadi Kevan sudah salah paham dengan Dion? Dan ini semua rencana Lunar, tapi kenapa. "Jadi apa yang lo mau lakuin sekarang, Lun?" "Gue mau anak homo itu dikeluarin dari sekolah!" Sebegitu bencinya kah Lunar pada Kevan? Apa yang sudah Kevan perbuat pada Lunar, seharusnya Kevan yang membenci Lunar. Lunarlah yang merusak hubungannya dengan Dion, menjadi duri dalam hubungan Kevan dan Dion. "Kenapa lo benci banget sama Kevan?" "Lo tanya gue kenapa benci dia? Dia ngerebut Dion dari gue! Dia rebut semua cinta Dion, gue yang dari dulu ada buat Dion bahkan gak bernilai apa pun buat Dion! Dion lebih milih homo sialan itu!" Jadi selama ini Lunar mencintai Dion, Kevan membatin, ia tahu sikap Lunar selama ini pada Dion terlihat lebih dari seorang sahabat! "Jadi mau lo gimana sekarang?" "Lo tetep dideket dia, buat sebisa mungkin dia benci sama Dion dan senyaman mungkin sama lo. Dan Dion biar gue yang urus!" Kevan sembunyi saat suara pintu terbuka, ia memperhatikan siapa yang keluar dari kelas itu. Dan lihat betapa kagetnya Kevan, itu Denis! Kevan tidak menyangka kalau Denis pun ikut campur dan membantu Lunar untuk menghancurkan hubungannya dengan Dion. Ada konspirasi macam apa ini di antara Lunar dan Denis. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD