Shivani menganggukkan kepala. "Baiklah." Semua tetap kembali ke persepsi masing masing. Dia yang menyukai konsep rumah dengan sentuhan sederhana namun elegan, selalu menyukai desain rumah minimalis, modern, ataupun kontemporer. Baginya yang tidak begitu menyukai kerumitan dalam bentuk dan gaya sebuah rumah, menjadi alternatif yang layak untuk di jadikan pilihan seandainya dia memiliki rumah sendiri nantinya. "Kamu tidak buru buru, kan?" Eric bertanya sebagai basa basi untuk mengajak Shivani mampir menggunakan bahasa yang lebih rapi dan bersih. "Tidak." Shivani memiringkan kepalanya. "Memangnya kenapa? Mau mengajak mampir?" Dia terkekeh di akhir kalimatnya. Di minta mampir, dia pasti akan mampir, namun kalau tidak di minta, dia tetap akan mampir. Lagi pula, sudah jauh jauh dia datang di t

