Ali memetik asal gitarnya, tak menghiraukan melodi apa yang akan tercipta nantinya. Pikirannya melayang, dihembuskannya nafasnya kasar. Apakah yang ia lakukan sudah benar? Tapi gadis itu terlihat sangat terluka karna ulahnya. Tapi Ali tak ada pilihan lain, inilah cara yang paling tepat untuknya. Ali berharap gadis itu tak benar-benar membencinya karna ini. *** Prilly memasuki ruangan yang lumayan pengap dengan cahaya yang kurang. Karna jarang dipakai, jadi ruangan ini kurang mendapat perhatian. Sesekali Prilly terbatuk-batu merasakan debu yang terhirup. Sepertinya Prilly harus merenovasi ruangan ini. Prilly mengedarkan pandangannya ke sekitar rak sembari mengingat-ingat dimana ia letakkan buku-buku itu. Banyaknya buku membuatnya kesulitan menemukan yang ia cari. Hingga pandangan Pr

