Prilly berlari menyusuri koridor sekolah. 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Sementara Prilly belum mengerjakan PR-nya. Hal itulah yang membuat Prilly harus dikejar waktu. Terlalu asik belajar kemarin malam membuatnya lupa pada setumpukan pr yang harus di kerjakannya. “Awwwww,” pekik Prilly saat ia menabrak seseorang, namun walaupun ia yang menabrak tetap saja ia yang jatuh. Pasti yang ditabraknya sekarang adalah laki-laki. Laki-laki itu mengulurkan tangannya hendak membantu Prilly. Prilly mendongakkan kepalanya menatap siapa si pemilik tangan. Dahinya berkerinyit. Siapa dia? Prilly belum pernah melihatnya sebelumnya. “Ayo bangun. Masa mau duduk disitu aja,” ucap orang itu. Prilly pun menerima uluran tangannya membantunya berdiri. “Duh maaf ya. Gue buru-buru banget,” ucap Pri

