Jual diri

1109 Words

Mirna mematung. Nafasnya tercekat. Sosok itu berdiri diam di luar pagar, seolah sudah lama mengintai. Ibu Lidia asistennya pak Yanto . Ibu tanpa basa-basi langsung masuk ke rumah Mirna dan Ia menatap tajam ke arah Mirna. Senyumnya manis, tapi kata-katanya menusuk seperti pisau dingin. “Tidak salah, Mirna,” ucapnya tenang. “Pak Yanto sudah tahu kamu kabur.” Mirna menelan ludah. Tubuhnya mulai tegang. Ibu Lidya mengeluarkan selembar kertas dari tasnya, lalu meletakkannya di meja. “Ini fotokopi perjanjian yang kamu tandatangani. Ingat, Mirna… perjanjian ini sah secara hukum. Terikat dalam hukum perdata.” Mirna memandang lembaran itu. Kepalanya berdenyut. “Jadi?” bisik Mirna, nyaris tak terdengar. Ibu Lidya tersenyum lebih lebar. “Jadi… kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.” Malam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD