Puzzles 29. Perkelahian

1555 Words
Arya dan Syila kesal dengan sikap Aji yang seperti kekanakan. Aji lari melesat jauh di depan mereka. tujuannya untuk menghindar dari Arya dan Syila yang dianggap sebagai makhluk jadi-jadian yang akan menculiknya. “Hei! Aji! Kamu ngapain sih lari-lari?” Arya berteriak sembari melambaikan tangan ke arah Aji. Aji menoleh ke belakang dan dia terus berlari untuk menghindar dari Arya dan Syila. Setelah lelah mereka berlari untuk mengejar Aji, Arya melihat kalau Syila sangat kelelahan. Hingga akhirnya Arya memiliki ide agar Aji semakin ketakutan dan berlari berbalik arah. “Huft!” “Syila, berhenti! Biarkan Aji lari di depan sana. Aku nggak mau kamu kelelahan. Sekarang kita duduk di sini sembari bersembunyi di balik pepohonan!” Arya memiliki ide cemerlang untuk membuat Aji berlari ke arah mereka. “Memangnya ide apa?” Syila yang terengah-engah hanya bisa memegangi lututnya sambil mengatur nafasnya. Arya kemudian menarik lengan Syila untuk bersembunyi dibalik pohon. Sedangkan Arya membiarkan Aji berlari jauh di depan sana. “Duduklah, Syila! akan aku ceritakan bagaimana strategiku!” Arya meminta Syila untuk beristirahat dan mengatur napasnya agar tenaganya kembali pulih. “Ceritakan sama aku, Arya!” Syila sudah memosisikan dirinya untuk mendengarkan ide cemerlang Arya. “Syila, keberadaan danau ini semua timbul dari imajinasi kamu yang membayangkan tentang wilayah kawasan gunung Semeru dan danau Ranu Kumbolo, sekarang coba kamu bayangkan! Bayangkan, kalau apa yang ada di depan Aji saat ini, berubah menjadi sebuah lautan ataupun air danau meluap dan terus melebar, buatlah ruang gerak Aji semakin sempit! Karena mau tidak mau dia akan berlari ke arah kita. Kalau dia sudah dekat dengan kita dan ada di depan kita, akan aku tangkap Aji!” Arya memiliki ide itu kaarena dia sudah tidak memiliki pilihan lain. Arya melihat Syila yang terus berlari mengejar Aji tampak kelelahan. Padahal Syila adalah kunci dari semua portal dunia dimensi mimpinya. Arya tidak mau mengambil risiko kalau sampai Syila menutup mata. Karena waktu mereka terbatas untuk kembali ke dunia nyata. “Baik, Arya! aku akan mulai berimajinasi tentang semua tempat yang menjadi pijakan Aji, akan diterjang oleh air luapan danau yang seakan mengejarnya sampai ke mana pun. Kalau Aji sudah berada di dekat kita, tangkap dia! Karena Aji harus mendengarkan penjelasan kita, agar semuanya berjalan dengan lancar dan kembali ke tempat semula.” Syila setuju dengan ide cemerlang Arya. Bukan tanpa alasan karena Syila pun merasa bahwa kondisinya semakin melemah dan kemungkinan terburuk kalau Syila lengah sedikit saja dan kurang fokus maka mereka bisa saja berada pada dimensi mimpi yang berbeda. Jelas, jika hal itu terjadi maka mereka harus kembali mencarinya dari awal. Semua tidaklah mudah, mereka dituntut untuk terus bertualang dalam dunia fantasi dimensi pusaran mimpi Syila. Saat ini Syila duduk bersimpuh di balik pohon sembari memeluk boneka beruang berwarna coklatnya itu. Syila melihat ke satu titik untuk memfokuskan pikirannya. Dia membayangkan danau yang ada di sana semakin meluap dan meluas. Airnya terus meluap seakan melahap daratan tempat di mana langkah Aji berpijak. Arya melihat dari kejauhan kalau Aji sangat kebingungan. Dia mencoba untuk terus berlari menjauh dari Arya dan Syila. Namun, air yang ada di danau itu terus meluap dan semakin meninggi menerjang tempat berpijak Aji. ‘Astaga! Apa-apaan ini? Kenapa air danau semakin meluap dan seakan ingin melahap aku? Pasti ada sesuatu yang nggak beres! Ini semua ulah dua makhluk jadi-jadian itu?’ ujar Aji dalam hatinya sembari merinding melihat air danau yang terus meluap ke arahnya. ‘Semua daratan tempat aku berpijak dilahap oleh air danau itu, tidak ada pilihan lain selain mencari tempat pijakan baru dan pilihannya itu akan membawaku kembali berbalik arah? Astaga! Yakin ini ulah dua makhluk jadi-jadian itu. Kalau begitu baiklah! Akan aku hadapi saja mereka kalau mereka akan menangkapku!’ ucap Aji lagi dalam hatinya. Dia terus berlari berbalik arah ke tempat semula. Dengan begitu Arya yang sedang memperhatikannya dari jauh memberi aba-aba kepada Syila. “Syila, ternyata ide kita berhasil! Aku melihat Aji berbalik arah berlari ke arah kita! Kamu tetap tunggu di sini dan jalankan aksi kamu untuk menggiring Aji ke arahku. Mungkin aku akan sedikit bertarung dengan Aji, karena yang dia pikirkan kita ini makhluk jadi-jadian! Sudah barang tentu, Aji tidak mau mendengar apa yang aku bicarakan. Jadi maaf, kalau kamu melihat aku dan Aji sedikit berkelahi. Semua demi misi kita! Aku akan berusaha meyakinkan Aji setelah aku berhasil menangkapnya dan mengikatnya! Kamu tunggu di sini! saat aku berhasil mengikat Aji, kamu datang kepada kita! Oke?” Arya sudah menjalankan rencana seperti apa yang dia katakan kepada Syila yang hanya bisa mengangguk sembari memfokuskan pikirannya untuk terus menggiring luapan air danau itu ke arah Aji. Sehingga Aji akan terus berlari menuju arah keberadaan Arya. “Sial! Mau tidak mau pasti aku akan berhadapan dengan makhluk jadi-jadian itu!” ujar Aji sembari kesal karena merasa akan bertemu dengan makhluk jadi-jadian yang tidak lain adalah Arya dan Syila yang asli. Aji mengambil ancang-ancang untuk berlari cepat ketika melewati mereka. Memang saat itu Aji tidak melihat di mana keberadaan mereka. Aji yakin kalau mereka bersembunyi di suatu tempat yang akan menyergapnya begitu dia melewati lokasi tempat persembunyian mereka. “Aku harus bertahan dan melawan mereka jika mereka memaksaku untuk ikut bersamanya! Aku tidak mau mati konyol kalau harus diculik oleh makhluk jadi-jadian itu!” Aji menggerutu sembari melihat situasi di sekitarnya yang tampak sepi seperti tidak ada penghuni lain selain dirinya. “Satu, dua, tiga! Haphh!!!” Aji lari secepat mungkin agar bisa menghindari kejaran yang menurut dia adalah makhluk jadi-jadian. Arya sudah mengamati pergerakan Aji dari kejauhan di balik pohon besar. Sedangkan Syila masih tetap duduk bersimpuh dan konsentrasi untuk menggiring air danau ke daratan yang seakan sedang mengejar Aji. “Syila! Syila! Terus giring Ajj secepat mungkin! Karena Dia sebentar lagi akan melintasi wilayah ini! Aku sudah bersiap untuk menyergapnya! Jika kami berkelahi, tolong kamu tenang saja! karena aku yakin Aji akan mendengarkan ucapanku!” Arya sudah bersiap-siap mengambil ancang-ancang untuk segera menyergap Aji, ketika Aji melintas di depannya. “Atur saja semuanya, Arya! Aku percaya sama kamu! Aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar! Tantangan dan rintangan selalu datang menghampiri kita! Maafkan aku sudah menyusahkanmu!” Syila selalu meminta maaf kepada Arya karena dia tidak sengaja tertidur di antara semua temannya sedang berkumpul di taman itu. Semuanya terjadi begitu cepat! Takdir memang sudah memilih Arya untuk membantu menyelesaikan misi mengembalikan mereka kembali ke kehidupan yang nyata. Tak lama berselang angin berembus begitu kencang sehingga mau tidak mau Aji yang tengah berlari sedikit melindungi matanya dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya. Angin yang berembus juga hasil imajinasi Syila. Dia sengaja memunculkan itu untuk menggoyahkan konsentrasi Aji saat berlari. Dengan begitu Syila berharap Arya dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyergap Aji dan menangkapnya. ‘angin yang berembus begitu kencang yang arahnya datang dari arah yang berlawanan dengan kedatangan Aji. Mungkin ini skenario Syila agar aku dapat memanfaatkan momen tersebut untuk segera menangkap Aji. Bocah itu benar-benar menyulitkan! Ternyata Aji sosok yang tidak mudah percaya begitu saja pada siapa pun. Baiklah pertunjukan akan segera dimulai!’ Arya bergumam dalam hatinya sembari fokus dan bersiap untuk menyergap Aji yang sudah berada pada jarak yang sangat dekat dengannya. Degup jantung Arya begitu cepat akan memburu napasnya. Sembari menunggu kedatangan Aji yang sebentar lagi akan melewati dirinya yang tengah bersembunyi di balik pohon besar. Arya juga menyadari kalau Aji mengintai sekelilingnya. Ia mencari keberadaan Arya dan berusaha untuk terus menghindari Arya dan Syila yang menurutnya adalah makhluk jadi-jadian. ‘Aji sudah berada sangat dekat dengan keberadaanku!’ batin Arya sembari terus membidik ke mana pun Aji berlari. Napas Aji sangat terengah-engah deru jantungnya memburu seakan-akan hampir meledak di dalam dadanya. Dirinya melintasi sebuah pohon besar, Aji begitu terkejut melihat kedatangan Arya yang dengan cepat menerjang tubuhnya secara tiba-tiba. Gedebuk!!! Tubuh mereka berdua terhempas jatuh di atas tanah. Konsentrasi Syila buyar seketika, sehingga dirinya langsung melihat ke arah datangnya sumber suara seperti dua orang yang jatuh dari ketinggian. Padahal saat itu Arya hanya melompat ke arah Aji dan mereka berdua terhempas jatuh di atas tanah. “Aw!” “Aaarrgghhh!!!” Teriak mereka berdua begitu menyita perhatian Syila. Ia langsung beranjak dari posisi duduknya dan langsung berlari menuju arah mereka. Syila mendapati mereka berdua terkapar di atas tanah. Syila sangat panik karena takut mereka berdua cedera. Namun, dugaannya salah. Mereka berdua memang terlihat kesakitan. Bagaimana tidak? Aji yang tengah berlari sangat kencang tiba-tiba diterjang oleh Arya yang melompat dengan begitu cepat ke arahnya. Tentu saja rasa pegal dan ngilu mereka rasakan di sekujur tubuh mereka, terutama bagian lengan dan bahu mereka. Namun, tidak ada cedera yang serius yang dialami mereka. Beberapa dirasa nyeri dan memar. Bagi mereka itu adalah hal yang biasa. Lantaran mereka adalah dua pria yang pernah mengalami benturan-benturan keras dalam peristiwa masa lalu mereka. Mereka pernah terjatuh dari motor, juga pernah terpeleset dari tebing, juga pernah berkelahi. Semua itu bisa mereka redam. Sehingga saat ini yang ada dalam pikiran mereka hanyalah menjalankan misi masing-masing. Arya ingin menangkap Aji dan menceritakan semua kejadian yang sebenarnya nya, kalau Aji dapat kembali ke alam dunia nyata dengan syarat harus muncul dari keinginan sendiri. Namun, Aji terus menghindari Arya dan Syila, karena menurutnya dua sosok itu adalah jelmaan dari makhluk tak kasatmata yang sedang mengganggu dirinya yang tengah berkemah di sekitar danau Ranu Kumbolo. Aji kembali beranjak, ketika Arya masih terkulai di atas tanah. *** Bersambung .... Apakah Aji kembali lepas dari perangkap Arya? Tahu justru area kembali bisa menangkap Aji?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD