Puzzles 31. Gaya Batu Sangat Membantu

1944 Words
Arya menatap Syila dengan serius. Ia menyadari kalau Syila terlihat lesu. Arya juga curiga kalau Syila menutupi rasa lelahnya. “Syila?” Arya menatap dalam sorot mata Syila. Saat itu Syila hanya bisa membalas tatapan Arya tanpa mengatakan sepatah kata pun. “Apa kamu baik-baik saja?” Arya mengusap rambut Syila. “Hei? Syila? Please! jangan diam saja!” Arya semakin khawatir dengan kondisi Syila. Dia merasa kalau Syila tertidur cukup lama dalam alam nyata. Sedangkan jiwanya terus menyelesaikan misi dalam dimensi pusaran mimpinya. Aji yang melihat kedekatan Arya dan Syila merasa kalau mereka berdua memiliki ikatan batin. Aji juga belum mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh Arya. Ia merasa sangat bersalah karena sejak awal dia mengira kalau Arya dan Syila yang ada di hadapannya adalah dua makhluk jadi-jadian. Ternyata keberadaan Arya dan Syila saat ini hanya untuk menyelamatkan Aji dan mengembalikannya ke dunia nyata. Aji hanya bisa mematung menatap mereka berdua yang sedang berkomunikasi. Ada perasaan bersalah yang menggelayut dalam benaknya. ‘Kayaknya si Syila kelelahan? Coba tadi aku nggak main kabur-kaburan! Mungkin sekarang aku udah balik ke duniaku! Maafin aku ya, guys!’ batin Aji sembari menatap mereka berdua. “Syila, please ! katakan sesuatu! Biar aku mengerti apa yang kamu rasakan dan mungkin kita bisa sama-sama cari solusinya!” Arya terus membujuk Syila untuk mengatakan sesuatu sebagai titik terang dari permasalahan yang sedang Syila alami. “Apa aku bisa melanjutkan misi ini? Semua memang salahku! Aku takut, Arya!” Syila mulai terlihat berkaca-kaca, matanya seakan hampir tidak bisa membendung lagi air mata yang terus mendesak untuk keluar dari sana. “Hei! Syila! Kamu harus yakin! Kita bisa bertualang bersama untuk menyelesaikan misi ini! Setidaknya kita sudah berjuang sampai titik darah penghabisan! Sampai tetes keringat terakhir kita! Karena selebihnya biarkan takdir yang akan menuntun kita! Apa yang bisa aku bantu untuk kamu Syila? Jangan pernah merasa sendiri! Jangan pernah merasa bersalah! Karena semua terjadi tanpa kamu sengaja! Semua sudah digariskan seperti ini. Dengan kejadian ini, aku jadi tahu. Masa Lalu kamu yang tidak pernah bisa aku tembus dengan kekuatanku. Dengan kejadian ini, aku jadi bisa berterima kasih kepada gadis yang selalu menolongku saat aku tersesat dalam mimpi yang tidak ingin aku ikuti alurnya. Syila aku akan membantu kamu dan mengembalikan keadaan kita seperti yang seharusnya.” Arya mencoba menguatkan Syila yang terlihat pesimis, karena merasa lelah dan takut dihantui rasa bersalah kalau sampai dia tidak bisa menyelesaikan misi seperti yang mereka rencanakan. “Terima kasih, Arya! Yang aku rasakan saat ini tubuhku menginginkan aku untuk membuka mata dan menghirup udara segar, karena kondisiku saat ini semakin melemah. Tapi kita belum selesai menjalankan misi kita! Kita belum bisa mengembalikan Aji ke dunia nyata. Aku sudah berusaha mencari titik cahaya yang menjadi jalan pulang Aji menuju portal dunia nyata. Tapi sampai saat ini aku belum menemukannya! Aku takut, Arya!” sila yang merasa panik membuat konsentrasinya buyar. sehingga dia tidak bisa melihat titik cahaya yang menjadi portal jalan pulang untuk Aji. “Guys! Maafin aku! Gara-gara sikapku yang terlalu paranoid, membuat kalian berada dalam posisi yang sulit. Bagaimana caranya aku bisa membantu kalian?” Aji merasa bersalah dan dia ingin membantu Arya juga Syila. “Seharusnya aku sudah menemukan titik cahaya yang menjadi jalan pulang kamu, Ji! Dengan kamu kembali ke dunia nyata, kamu sudah sangat membantu kita. Setidaknya hanya tersisa beberapa orang yang harus kita cari di sini.” Syila kembali menjelaskan kepada Aji kalau yang dia butuhkan hanyalah menemukan jalan pulang agar Aji segera kembali ke tempat yang seharusnya. “Syila! coba sekarang tarik napas kamu dalam-dalam! Hembuskan perlahan sembari mencari titik untuk memfokuskan pikiran kamu. Yakinlah alau kamu bisa menemukan titik cahaya yang menjadi jalan pulang untuk Aji! Ada Aku di sini yang selalu menemani kamu. Kalaupun aku harus terkurung di sini untuk bisa menemani kamu, akan aku jalani takdirku.” Arya rela berkorban untuk Syila. Sejak dia mengetahui gadis misterius yang selalu membawa boneka beruang itu adalah Syila. Perasaan Arya semakin dalam terhadap gadis itu, tersirat dari sikapnya yang ingin selalu melindungi Syila dan menghibur gadis itu karena Arya tahu masa lalu Syila yang kesepian yang akhirnya memicu kekuatan supranatural yang kini Syila miliki. “Baiklah, Arya! Akan aku coba untuk kembali berkonsentrasi. Aji kuatkanlah keinginan kamu untuk kembali ke dunia nyata!” Syila kembali mencoba untuk mencari titik cahaya yang menjadi jalan pulang Aji ke dunia nyata. Syila berusaha untuk menarik napasnya dalam-dalam. Mengatur pikirannya untuk menatap ke satu titik Dan berkonsentrasi mencari jalan pulang untuk Aji. Di antara letih dan ingin terbangun dari mimpi, Syila berusaha untuk terus berjuang sampai semua misinya berhasil. Walau, Syila tidak akan pernah tahu bagaimana perjalanannya dalam menjalankan misi selanjutnya. Syila tidak pernah mengetahui apakah dia akan berhasil atau terkurung selamanya di sana. Arya juga ikut mencari bagaimana dan di mana letak titik cahaya itu. Syila terus memfokuskan pikirannya. Aji juga terus memfokuskan keinginannya untuk kembali. Hingga Syila menyadari ada satu titik yang berkilau agak jauh di dasar danau. “Arya! coba lihat itu!” Syila menunjukkan sesuatu kilauan cahaya di dalam danau. “Sepertinya ada yang berkilau di sana!” Arya kembali menatap Syila dengan ekspresi wajah yang begitu bersemangat. Arya yakin itu adalah portal jalan pulang menuju dunia nyata untuk Aji. Aji yang penasaran ikut melihat ke mana arah pandang mata Arya. Matanya terfokus pada satu titik yang ada di dasar danau. “itu cahaya apa, Arya?” Aji yang penasaran akhirnya menanyakan perihal cahaya itu kepada Arya. “Arya! Itu jalan pulang untuk Aji! Tapi letaknya itu berada di dasar danau, walau di tepian.” Syila menatap Aji dan Arya secara bergantian. Aji terlihat meneguk salivanya. Matanya terbelalak karena portal jalan pulang itu berada di dasar danau. Hal itu berarti kalau Aji ingin pulang ke dunia nyata, dia harus menyelam ke dasar danau itu. Arya dan Syila kompak menatap Aji. Mereka terus menatap sorot mata Aji dan ia menyadari sorot mata kedua sahabatnya seakan menyiratkan kalau mereka berdua menyuruh Aji untuk menyelam ke dasar danau, jika dia memang ingin kembali menuju dunia nyata. “Kalian berdua ngelihatin aku? Iya ... Iya! Aku tahu! Terus apa yang harus aku lakukan setelah aku menyelam ke dasar danau itu?” Aji menyadari kalau dirinya harus menyelam ke dasar danau untuk dapat kembali ke dunia nyata. “Kamu terus menyelam ke arah cahaya itu dan masuk ke sana!” Syila menjelaskan dengan singkat. “Kamu terjun ke sana dan terus menyelam memasuki cahaya itu sampai nanti kamu tersadar kalau diri kamu sudah berada di Villa milik Raina.” Arya membantu Syila untuk menjelaskan kepada Aji. Sebenarnya Aji sudah memahami apa yang harus dilakukan. Hanya saja Aji sedikit ragu. Karena dia belum pernah menyelam. Hanya bisa berenang ala kadarnya. Aji menarik napas dan bergeming. Dia menatap ke arah dasar danau tempat di mana cahaya itu berada. Aji sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menyelam sampai dasar danau dan masuk ke dalam cahaya itu. Arya dan Syila kembali saling menatap sembari menunggu eksekusi yang akan dilakukan demi memperjuangkan selamatannya sendiri. “Aji! Yakinlah kamu bisa! Kamu masuk tahan napas sebentar, dan setelah kamu menembus cahaya itu kamu sudah kembali ke Villa milik Raina. Aku yakin kamu bisa! Kamu adalah petualang sejati sobat!” Arya mencoba memberikan rasa percaya diri kepada Aji yang terlihat galau untuk menyelam ke dasar danau. “Baiklah! Walaupun aku hanya bisa berenang ala kadarnya, setidaknya gaya batu bisa membantuku saat ini!” ucapan Aji membuat Arya dan Syila menahan tawa. “Tapi apa yang kamu katakan ada benarnya juga! Setidaknya gaya batu bisa membawamu kembali ke dunia nyata saat ini! Selamat berjuang sobat!” Arya menepuk bahu Aji untuk membangkitkan semangatnya. “Terima kasih Arya, Syila! Aku akan mendoakan kalian dapat menyelesaikan misi dengan lancar dan aku berharap kita akan bertemu lagi merayakan tahun baru di Villa milik kedua orang tua Raina. Jujur aku sedih! Melepas kalian bertualang dalam dimensi pusaran mimpi Syila. Tapi hanya ini yang bisa aku bantu saat ini. Aku tidak mau menambah beban kalian. Aku akan masuk ke dasar danau itu! Aku menunggu kalian dalam dunia nyata! Jangan sampai kalian tidak kembali! Karena aku tidak tahu bagaimana menjelaskan semuanya kepada setiap orang yang menanyakan kalian. Maaf kalau aku sedikit melankolis saat ini. Jaga diri kalian dan kembalilah!” Aji mencurahkan Apa yang sedang dia rasakan saat ini. Persahabatan adalah sebuah kata yang memiliki berjuta rasa dan makna. Susah, senang, sedih mereka akan berbagi. Keluarga kedua bagi mereka yang menjalin persahabatan. Di situlah Aji menyadari betapa berharganya sahabat-sahabatnya itu. Mereka rela berkorban untuk dirinya. Walau apa yang tadi dilakukan benar-benar konyol. Ada rasa takut kehilangan dalam benak Aji sesaat sebelum dia menyelam ke dasar danau. Arya dan Syila bergandengan tangan. Mengulas senyum sehangat mentari yang akan mengantarkan Aji kembali ke dunia nyata. Arya dan Syila masih harus berjuang untuk menemukan Mikha, Raina, dan Ceu Euis. Semua memang tidak mudah, akan tetapi harus mereka jalani. “Sampai jumpa sobat! Aku tunggu di perempatan!” Aji yang humoris sengaja menghibur Arya dan Syila dengan kalimat terakhir sebelum ia menceburkan diri ke danau. Kalimat “Aku tunggu di perempatan”, menyiratkan bahwa Aji berharap mereka akan kembali berkumpul bersama di dunia nyata. Byuuurrr!!! Suara Aji yang menceburkan diri ke dalam danau. Seperti yang dikatakan Aji, kali ini hanya gaya batu yang dapat membantunya untuk masuk ke dalam danau itu. Namun Aji menyadari, bahwa dirinya tidak mungkin dapat menahan napas lebih dari 1 menit. Aji berusaha mengayuh kedua tangannya untuk melawan arus dan berusaha menyelam lebih dalam. Hingga pada akhirnya portal ke dunia nyata yang menyerupai cahaya itu mampu ditembus oleh Aji. *** “Hmmmppphhh! “Hah!” Aji tersadar. Tiba-tiba Aji sudah berada di taman samping yang sebelumnya dijadikan tempat untuk pesta barbaque oleh mereka. Aji menghirup dan menghembuskan napasnya. Usaha untuk menormalkan napas dan detak jantungnya setelah dia melewati perjalanan panjang yang lumayan sulit untuk ditaklukkan. Sekarang dirinya sudah mampu menembus portal yang berada di dasar danau. Tatapan Aji mengedarkan sekelilingnya. Dia merasa semua yang terjadi bagaikan mimpi. Lebih tepatnya mimpi buruk. Karena dia mengingat semua yang terjadi dalam dimensi pusaran mimpi Syila. Aji masih mengingat perjuangan Syila dan Arya yang masih harus mencari beberapa sahabatnya yang masih ada di sana. Aji yang penasaran dengan kondisi Syila yang sebenarnya langsung berlari ke lantai dua Villa milik Raina. Aji berlari dengan begitu cepat melesat, meniti setiap anak tangga dengan harapan Syila masih tertidur pulas dan baik-baik saja. Napas Aji masih tersengal-sengal setelah dirinya bertahan untuk tidak bernapas walau belum sampai saty menit. Dia terus melangkah meniti anak tangga hingga akhirnya sampai di lantai dua Villa milik Raina. Di sana sudah ada Angga dan Reno. Sedangkan Syila terbaring di atas sofa. Aji menatap mereka dengan nanar. Begitu pula Reno dan Angga yang terkejut melihat kedatangan Aji. Mereka berdua terperanjat seakan tidak percaya dengan apa yang menimpa mereka di malam perayaan tahun baru itu. Mereka saling menatap satu sama lain. Seakan tidak percaya kalau apa yang mereka rasakan adalah benar-benar nyata. Aji juga penasaran bagaimana kisah Reno dan Angga hingga akhirnya mereka berhasil kembali ke dunia nyata. “Aji? Akhirnya kamu kembali.” Angga langsung menyapa sahabat dekatnya itu. “Apa semua ini nyata?” Aji berusaha memastikan. “Semuanya nyata, Ji! Sekarang kita harus menjaga Syila! Dan kita doakan mereka berhasil mengembalikan semuanya seperti sedia kala!” Reno juga benar-benar tidak menyangka liburan mereka, saat perayaan tahun baru, justru mereka mengalami hal yang sangat tidak terduga. “Saat ini yang bisa kita lakukan adalah menjaga raga Syila dan mendoakan Mereka agar Tuhan memberikan kekuatan dan kelancaran dalam menyelesaikan misi mereka.” Angga kembali memberikan support untuk mereka semua. *** Bersambung .... Ketika Aji, Reno, Angga, berhasil kembali ke dunia nyata, lalu misteri apa yang akan terungkap oleh Arya di dalam pusaran mimpi Syila?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD