Puzzles 27. Sesuatu di Balik Kabut Tebal

1361 Words
Arya berhasil meyakinkan Syila untuk terus melanjutkan perjalanan. Mereka sama sekali tidak ada bayangan harus ke mana menentukan langkah. Mereka hanya berkeyakinan bahwa Aji berada di dalam dimensi mimpi Syila yang menyerupai kawasan gunung Semeru. Mereka terus menyusuri hutan Fantasi yang sangat menakjubkan. Mereka melihat pohon yang menjulang tinggi dengan dedaunan yang bercahaya memantulkan cahaya bagai kristal. Berwarna-warni seakan membius siapa saja yang menatap. Mereka melewati aliran sungai yang begitu jernih dan tidak begitu besar. Membuat siapa saja seakan berada di dalam dunia bangsa peri. Mereka terlihat sangat senang berada di sana. Bukan tanpa alasan, sejatinya Syila pernah membayangkan berada di sebuah hutan dengan banyak peri yang beterbangan. Arya melihat senyum manis dari raut wajah Syila. Sesekali Syila menyentuh dedaunan yang dia lewati. Mereka terlihat sangat nyaman berada di hutan fantasi itu. Langkah Arya berhenti ketika melihat ada kabut tebal di ujung jalan setapak itu. “Syila, lihat! Kabut apa itu?” Arya kembali menggenggam tangan Syila untuk menghentikan langkahnya sejenak. “Arya, mungkin itu adalah sebuah portal dari beberapa tempat yang ada di dalam dimensi mimpi ini. Mungkin saja di balik kabut tebal itu kita bisa menemukan sesuatu. Tidak menutup kemungkinan kalau Aji berada di lokasi yang berada di balik kabut tebal itu.” Syila sangat optimis. Dia merasa bahwa kabut tebal di ujung jalan sana adalah sebuah perbatasan antar wilayah di dalam dimensi mimpinya. “Kalau begitu jangan buang-buang waktu! Ayo kita terus berjalan ke sana! Jangan takut! ada aku yang akan selalu melindungi kamu!” Arya menganggukkan kepalanya untuk kembali meyakinkan Syila mengarungi perjalanan mereka yang penuh dengan teka-teki. Arya mempercepat langkahnya bersama dengan Syila. Mereka sangat yakin ada sesuatu di balik kabut tebal itu. Perlahan tapi pasti mereka terus berjalan menembus kabut tebal yang berada di ujung jalan setapak hutan fantasi Syila. Jarak pandang di sana sangatlah pendek. Sehingga mereka harus berhati-hati karena mereka tidak pernah tahu apa yang sedang menghadang mereka di depan sana. Namun tekad Arya sudah kuat untuk terus menjaga Syila hingga semua misi bisa dijalankan dengan baik. “Syila, jangan pernah lepaskan tanganku! Kita harus terus bergandengan tangan selama melalui kabut tebal ini! Karena kita tidak pernah tahu rintangan apa yang menghadang kita di depan sana.” Arya kembali mengingatkan Syila untuk terus waspada. “Baik Arya, aku akan menggenggam erat tanganmu! Aku pun akan memfokuskan pikiran untuk terus mengingat Aji. Semoga pikiranku mengantarkan kita pada tempat di mana Aji berada. Setelah mereka melalui perjalanan cukup panjang menuju tempat di balik kabut tebal itu. Akhirnya Arya dan Syila bisa keluar dari kungkungan kabut tebal yang begitu panjang untuk dilalui. “Lihatlah! Bukankah ini hutan awal sebelum kita masuk ke dalam hutan fantasi? Hutan yang menjadi tempat berpijak setelah kita terhempas dari ombak besar itu? aku masih hafal jalan setapak yang ada di depan kita.” Arya merasa perjalanan melewati kabut tebal itu mengantarkan mereka kembali ke tempat semula, yaitu di hutan tropis tempat awal mereka berpijak setelah terhempas dari ombak lautan. “Benar! Aku mulai ingat! Kalau tidak salah, ada sebuah danau yang berada di bawah sana. Kalau kita terus mengikuti jalur setapak ini. Apa mungkin tempat itu adalah tempat keberadaan Aji?” Syila mulai mengingat sesuatu yang pernah dia mimpikan. “Kemungkinan besar memang benar! Karena Aji pernah mengatakan ingin merayakan malam tahun baru dengan berkemah di sekitar danau Ranu Kumbolo. Bisa jadi itu lokasi yang kita cari. Kita harus optimis! Ayo kita terus berjalan menyusuri jalan setapak itu!” Arya kembali mengobarkan semangat kepada Syila untuk terus melanjutkan perjalanan mereka. Perjalanan di hutan itu sangat misterius, mereka menyusuri jalan setapak yang berada di tepi jurang. Sebelah kanan ada tebing yang menjulang tinggi dan di sebelah kiri mereka terdapat jurang yang sangat dalam dan curam. sedangkan mereka menyusuri jalan setapak di antara tebing itu. Jalan menanjak dan juga menurun mereka lalui. ditemani kabut yang semakin tebal dan udara yang semakin dingin membuat mereka merasa sangat lelah. baju yang mereka kenakan tadinya basah oleh terjangan ombak, tetapi saat ini sudah mengering. Setelah mereka menyusuri perjalanan panjang dengan banyak rintangan. Akhirnya mereka sampai di ujung jalan setapak itu. Banyak terdapat pohon pinus di sekitarnya. Kali ini mereka terus menyusuri jalan menurun bagai lereng menuju ke arah danau. Mereka berhenti sejenak di atas bukit sebelum mereka melanjutkan untuk menuruni jalan itu. Mata mereka berbinar sembari mengedar ke seluruh penjuru wilayah itu. Mereka hanya merasakan kedamaian seiring desir angin yang menyapu dedaunan dan beberapa helai rambut Syila. Mereka menghirup napas panjang seakan merasakan lega dalam d**a mereka setelah melihat begitu indahnya pemandangan di sana. “Ini benar-benar menakjubkan! Apa mungkin ini adalah danau Ranu Kumbolo? Indah banget! apalagi aslinya.” Arya justru penasaran dengan panorama asli di wilayah Semeru. “Semoga saja benar Aji ada di sana. Panorama ini sangat menakjubkan. Dalam imajinasiku saja bisa seindah ini, apalagi kalau aslinya. Semoga kita bisa menemukan Aji di sini.” Syila merasa optimis karena mereka menemukan tempat yang diduga sebagai lokasi danau Ranu Kumbolo. “Apa kamu sudah siap? Kita akan segera menuruni bukit ini! Lihat di sana banyak tenda yang bertengger di tepi danau. Semoga saja salah satunya adalah tenda milik Aji.” Arya merasa sangat optimis. Syila mengangguk dan melontarkan senyum kepada Arya. Mereka melanjutkan perjalanan dengan menuruni bukit itu. Kicau burung yang menari-nari di atas cakrawala seakan menjadi pertanda baik kalau mereka akan segera menemukan apa yang mereka cari. Syila terus mendekap boneka beruang miliknya, sembari berjalan semakin mendekat ke arah danau. Sedangkan Arya terlihat begitu antusias dan memiliki tujuan untuk mewujudkan keinginannya ketika mereka sudah berada di dunia nyata. Arya justru ingin mendatangi danau Ranu Kumbolo seperti yang pernah diceritakan kepadanya. ‘Pemandangan ini benar-benar indah, seandainya semua berjalan dengan lancar dan sesuai dengan misi, mungkin suatu hari aku bersama sahabat-sahabatku perlu refreshing ke danau Ranu Kumbolo. Bener-bener eksotis dan sangat menyejukkan hati. Ditambah lagi ada Syila di sebelahku,' gumam Arya dalam hatinya. Raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia. Senyum-senyum sendiri sembari berjalan terus menyusuri lereng bukit itu menuju tenda-tenda yang berada di bawah sana. Mereka Akhirnya sampai di antara tenda-tenda yang berada di tepi danau. Arya dan Syila kembali berusaha untuk menemukan keberadaan Aji di sana. Berharap kalau Aji benar-benar berada di antara tenda itu. “Syila lebih baik kita tidak berpencar!” Arya tidak ingin berpencar dengan Syila karena dia tahu, kalau sampai Syila lengah maka semuanya akan berakhir. Jadi Arya menginginkan Syila untuk tetap bersama dirinya. Tujuannya agar Arya dapat mengontrol segala aktivitas Syila. “Bukannya lebih baik kita berpencar agar kita bisa segera menemukan Aji? Aku berharap kalau Aji memang benar-benar berada di sini Arya.” Syila memiliki pandangan lain kalau mereka berpencar untuk mempersingkat waktu dalam menemukan Aji. “Sila dengar aku! Kita nggak pernah tahu pikiran apa yang tiba-tiba terlintas dalam benak kita. Terutama dengan kamu yang menjadi orang yang sangat penting untuk aku lindungi saat ini.” Arya menjelaskan alasannya. Syila hanya bisa tertegun mendengar penjelasan Arya. Ia kembali menyadari bahwa saat ini dia adalah kunci dari semua keberhasilan untuk mengembalikan semuanya ke tempat yang semestinya. “Baiklah kalau begitu, ayo kita cari Aji!” Syila segera mengajak Arya untuk mencari Aji di sana. Beberapa kali mereka memeriksa tenda yang kosong tidak berpenghuni. Hampir putus asa Arya dan Syila mencari Aji di sana. Hingga akhirnya mereka melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tepat di tepi danau. Tatapan Arya dan Syila beradu seakan menyiratkan sebuah pesan dan makna. “Aji!” Syila dan Arya kompak menyebut nama salah satu sahabat mereka yang memang saat ini sedang dalam target pencarian mereka. Setelah melewati banyak rintangan dan juga perjalanan panjang akhirnya mereka menemukan keberadaan Aji di dalam dimensi pusaran mimpi Syila. Aji terlihat sedang merenung sembari bersedekap berdiri di tepi danau. Tatapannya menerawang jauh seakan tanpa batas sejauh mata memandang. Arya dan Syila berlari ke arah Aji yang masih terpaku dengan tatapan yang menerawang jauh tanpa batas. “Aji!” teriak Arya memanggil sahabatnya. “Aji ....” giliran Syila memanggil sahabatnya. Tak lama berselang Aji menoleh ke arah mereka. Matanya terbelalak seakan tidak percaya kalau Arya dan Syila berada di sana. *** Bersambung .... Apakah ah Aji mau mendengar penjelasan kedua sahabatnya? Atau justru Aji menolak ajakan mereka dan mengira mereka adalah sosok astral yang sedang menggoda Aji.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD