Kenyataan bahwa Oryza tidak seperti yang dibayangkannya, mencerahkan langit namun menyejukkan, menguatkan jiwa tapi juga melembutkan. Hatinya serupa tanaman di awal musim semi. Menunaskan harapan. Hangat dan berwarna. Armina tak bisa lepas tersenyum sepanjang perjalanan pulang. Di tengah kegalauannya karena menemukan kerlipan hidup di ruang cemburu hatinya terhadap Karina, dia menemukan sumber air yang diyakini akan memadamkannya sebelum setitik cahaya itu terus berpendar kuat, dan membakar dirinya. Dia sudah kadung merasa nyaman dengan perhatian dan perlindungan Harsya. Tekadnya, dia tak mau keterusan terhanyut dan malah mendambanya. Dipikirnya, dia hanya perlu membuka hati dan mempersilahkan Oryza masuk Karena sedang senang hati, Armina mengajak Lubna jalan-jalan ke mall. Membelika

