Meina bergegas ke rumah sakit setelah meminta Mba Popi datang. Dia memesan taksi karena tak mau mengambil resiko menyetir di saat hatinya kacau dan juga kurang tidur. Walau bagaimanapun, Harsya adalah bagian dari hidupnya saat ini. Dia merasa bertanggung jawab untuk segera menemuinya. Musibah yang dialami Harsya adalah kecelakaan tunggal disebabkan kelengahannya karena mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan tol. Bagian depan mobilnya rusak parah. Untung saja seatbelt dan airbag berfungsi baik meskipun kaki dan tangan kanannya terluka oleh kaca yang pecah dan pintu yang ringsek. Harsya terbaring lemah di ruang gawat darurat. Matanya yang terpejam, membuka perlahan kala Armina menyentuh tangannya. Dia menatap gadis berwajah polos itu lama dan dalam. Sekilas, dia bisa melihat Meisha di

