Kenalkan, Dia Dion Suamiku!

1028 Words
KENALKAN DIA DION, SUAMIKU! "Entah mengapa aku merasa hidupku sekarang berubah, tapi justru aneh juga. Kita menikah untuk keuntungan masing-masing, jadi dia tahu tidak mungkin menaruh perasaan padaku. Hanya saja aku masih curiga mengapa dia begitu baik. Bukankah di dunia ini tidak ada orang baik yang tulus begitu saja? Bukankah semua kebaikan ini nanti akan ada balasan di endingnya? Balasan apa yang akan dia minta," batin Aruna dalam hati. Dia pun segera turun dan menggandeng lengan Dion. "Kau sudah melakukan semua perintahku kan?" bisik Dion sebelum mereka memutuskan masuk ke dalam gendung. Aruna menganggukkan kepalanya dengan yakin, memang ada beberapa pesan yang di ingatkan oleh Dion sebelum mereka pergi bahkan dia juga memberikan beberapa alat yang menurut Aruna sebenarnya tak perlu juga. Sekali lagi, Aruna hanya bisa patuh dan menuruti semua perkataannya. "Iya, semua sudah ku lakukan," jawab Aruna. "Bagus! Angkat dagumu, tatap mereka yang menyakitimu! Jangan terlihat lemah, kau kini calon istri Dion Hadinata Wijaya. Tak ada yang bisa menyentuh atau merendahkanmu! Ingat itu," tegas Dion. Lagi, Aruna hanya diam dan menghela nafas panjang. Dion pun melonggakan tangannya, dengan sigap Aruna segera menggandengnya. Mereka masuk ke dalam gedung pertunangangan yang sangat mewah itu. Bahkan di depan gedung terlihat jelas foto pre wedding Arumi dan Revan, padahal ini hanya sekedar pertunangan namun semua seperti dipersiapkan dengan matang, lagi-lagi Aruna menyadari kebodohannya. "Kak Revan, aku tak mengira kau bisa berbuat sejauh ini. Ketulusanku akhirnya hanya di balas oleh sebuah pengkhianata," gumam Aruna lirih. Hatinya sakit melihat Revan, lelaki yang dicintainya kini sudah berdandan menjadi seorang calon pengantin dengan wanita lain. Wanita yang ternyata adalah kakaknya, hal yang bahkan tak pernah terlintas di pikiran Aruna sebelumnya. Harusnya dia yang berpasangan dengan Cinta pertamanya itu. Hanya saja impian itu berubah menjadi khayalan saat lari sadar bahwa Revan akan menikah dengan Arumi, kakak angkatnya. "Ah aku lupa mengambil barangku di mobil. Kau tunggu di sini sebentar, jangan masuk," perintah Dion. Aruna menganggukkan kepalanya. "Hey Aruna!" panggil seseorang lelaki. "Kau ke mana saja beberapa hari ini? Apa kamu tahu jika aku dan kakakmu terus mencarimu. Kenapa kau selalu menyusahkan kami?" tanya Revan mencengkram lengan tangan Aruna. Dia pun langsung mengibaskannya. "Kenapa? kenapa kalian mencariku?" sahut Aruna. "Ah iya lupa. Pasti kalian akan tetap mencariku, karena ingin menjualku kan?" sambungnya. "Hey! Hey! Jaga bicaramu. Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau kasar sekali," ujar Revan sambil mencengkram tangan Aruna, dengan segera Dion yang memang baru datang langsung menepis tangannya. "Apa yang kau lakukan? Kau tidak pantas menyentuh orang-orang milikku," kata Revan. "Orangmu? Apa maksudmu?" tanya Revan tak mengerti. "Siapa dia, Aruna?" tanyanya. Tanpa banyak bicara Dion segera menghempaskan lengan Revan sampai dia terhuyung ke belakang karena badan Revan hanya memiliki tinggi 170 cm bertolak jauh dengan Dion yang hampir seratus delapan puluh cm. "Apa yang kamu lakukan, Tuan Dion?" tanya Aruna melihat Dion yang membelanya. Ini pertama kali baginya mendapat pembelaan dari orang lain. Dia pun segera berbalik ke arah Dion. Tanpa banyak bicara Dion mengeluarkan sapu tangan yang ada di saku jasnya. "Usaplah! Aku tak suka milikku di sentuh orang lain, kotor," perintah Dion. "Hei hei hei! Apa ini, kau anggap aku kuman atau kotoran? Sok sekali. Aruna siapa dia? Mengapa kau bermesraan di depanku? Kau cemburu aku menikah dengan Arumi sampai menyewa lelaki untuk datang ke sini? Hahaha," ledek Revan. "Oh dia dia adalah lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suamiku," jawab Aruna dengan entengnya. "Apa suami?" pekik Revan terkejut. Aruna tersenyum penuh kemenangan. "Revan! Revan Sayang! Kau di mana?" teriak Arumi keluar dari gedung. Dia melihat Revan sedang berhadapan dengan Aruna, adik angkat sekaligus wanita yang selalu dia anggap sebagai saingat serta musuhnya. Dia sangat membencinya, dengan senyum penuh kemenangan dia mendatanginya. Arumi merasa di atas angin karena telah berhasil mendapatkan lelaki yang selama ini di cintai oleh Aruna. "Revan, Suamiku Sayang! Ternyata kau ada di sini ya," sapa Arumi dari belakang. "Kenapa? Apa dia menyakitimu, Sayang? Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arumi ambil menghampiri Revan. Arumi mengenakan gaun pengantin berwarna pink dengan mahkota cantik. Gaunnya menjuntai kontras sekali dengan kulitnya yang sangat putih. Sangat cantik memang, namun tak sepadan dengan hatinya. Siapa mengira wanita cantik dan lemah lembut seperti ini memiliki racun bisa yang mematikan. "Ah ini dia rupanya, orang yang ada di balik semua kecelakaan ini. Kisah semalam antara aku dan Aruna di mulai dari wanita ini. Aruna pikir kenapa dia bisa muncul di kamarku waktu itu? Semua itu karena kakaknya sudah mengatur semuanya. Tapi orang yang direncanakan bukanlah aku, tapi ada satu orang lain yang sangat kasar. Untung saja aku datang di waktu yang tepat. Seperti takdir Tuhan berpihak padaku dan Aruna. Aruna, Aruna, kasihan sekali kau," kata Dion dalam hati. Dia pun segera merangkul Aruna di hadapan Arumi dan Revan. Dia ingin melindungi wanita itu. Agar tak selalu di pandang rendah dan diremehkan keluarganya sendiri. "Hei Aruna, anak tak tahu diri! Siapa dia? Mengapa kau pergi begitu saja? Lalu kau datang dengan lelaki lain? Papa akan sangat murka padamu. Kau pikir kau ini siapa sampai berani berbuat seperti ini pada keluarga kita," ujar Arumi. Dia menatap ke arah laki-laki yang tak lain adalah Dion. Jujur saja, Aruna lumayan kaget, karena Aruna bisa dengan cepat mendapatkan lelaki tampan juga. Padahal selama ini adiknya wanita yang kuper skeali, bahkan tergolong wanita cupu. Dia tak pernah ikut pesta atau pertemuan kolega, dia tak terkenal seperti dirinya. "Sejak kapan Aruna mengenal lelaki ini? Mengapa aku tak tahu? Bagaimana bisa dia memiliki lelaki sehebat itu di sisinya? Bukankah selama ini lelaki yang dekat dengannya hanya Revan saja? Sialan! Aku sudah berusaha merebut Revan sekuat tenaga. Namun ternyata dia memiliki lelaki yang lebih menawan daripada Revan," batin Arumi memperhatikan Dion, dia sekarang meliirik ke arah tampilan Aruna. Dia nampak mengenakan jam tangan mahal, bahkan harganya milyaran. Tak hanya itu, sepatunya terlihat barang branded semua, tas, kalung, gaun, hampir semua yang dipakai tampak mewah. Membuat hati Aruna bergemuruh hebat karena cemburu. "Ah tenang saja, pasti itu barang KW! Ya itu barang palsu. Pasti ini akal bulus Aruna, dia melakukan itu karena iri denganku dan berakting serta ingin mengacaukan pernikahanku. Hari ini aku tak boleh lengah," ujar Arumi dalam hati, mencoba menenangkan dirinya sendiri. BAGAIMANA REAKSI KELUARGA ARUNA TAHU BAHWA DIA MENIKAH DIAM-DIAM DENGAN LELAKI ASING?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD