Memaafkanmu

1051 Words

“Aku minta maaf,” ujarnya ketika Sara membuka pintu. Wanita itu berjengit ketika Feri tiba-tiba roboh lalu bersujud di depannya. “Maaf karena meninggalkannu dulu, Sar. Maaf...,” tuturnya penuh penyesalan. Ada rasa iba dan haru ketika mata itu tulus memohon maafnya. Ada rasa hangat yang menyentaknya ketika bibir itu tulus mengucap maaf padanya. Ada rasa sedih yang menyerunya ketika air mata itu luruh bersama bibir yang mengucap maaf padanya. Lelaki itu rela duduk serendah-rendahnya agar mendapat maafnya. Allah....apa ia akan menjadi begitu sangat sombong jika tak bisa memaafkan lelaki ini? Engkau saja maha pengampun tapi kenapa ia yang hanya manusia biasa tak bisa? Buka pintu hatinya ya Allah. Bukalah.... “Aku tak tahu lagi harus bagaimana selain berucap maaf,” tuturnya. Kepalanya menundu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD