Banyak hal yang terjadi dalam tempo tiga hari sejak mereka ditemukan dan kembali pada keluarga masing-masing. Bram ditahan meski harus menjani perawatan terlebih dahulu di rumah sakit. Sekar berkali-kali jatuh pingsan dan histeris tidak terima dengan kenyataan. Wanita itu juga datang ke rumah Kara dan memaki-maki Kara yang ia anggap sebagai penyebab anaknya berbuat nekat. Diana yang tidak terima dengan tindakan Sekar, melayangkan tamparan keras ke pipi wanita itu. Emosinya bergejolak. Apalagi setelah mengingat hal yang menyebabkan perempuan ningrat itu menolak Kara dahulunya. Ia sakit hati Sekar pernah menghina anak perempuannya. “Jangan sekali-kali menyalahkan anakku! Seharusnya kau malu. Bukan karena Kara, tetapi karena dirimu sendiri yang gagal menjadi seorang ibu!” pekik Diana murka.

