01.00 AM. Al terbangun saat Samudera menggedor pintu kamarnya, lalu meminta diantarkan ke rumah sakit. Ia panik setengah mati. Baru kali ini ia menghadapi seorang wanita yang hendak melahirkan. Apalagi itu adiknya sendiri dengan kehamilan kembar yang risikonya cukup besar karena Fara menolak dioperasi. Sementara Rafael, keponakannya yang telah tertidur lelap, terpaksa ditinggalkan bersama Mbok Nur, asisten rumah tangga mereka. Ia memacu mobilnya. Raut cemas tampak di wajahnya. Berbeda dengan pasangan yang duduk di bangku penumpang.Keduanya terlihat santai. Bahkan sebelum berangkat tadi, mereka menyempatkan diri mandi di tengah malam buta. Entah apa gunanya. “Si Ian kemana, sih?” tanya Sam gusar. Ia berkali-kali mengusap lalu mengangkat ponselnya ke telinga. Nomor yang ia hubungi hanya d

