Elara diam-diam melirik Ardi yang kini bersandar di samping pintu masuk UKS. Laki-laki itu sedang memperhatikan tangannya yang sedang diobati oleh petugas PMR. Telapak tangan kanan Elara memang mengenai pecahan lampu di rooftop tadi. Beruntung hanya goresan kecil. s****n Sherly! umpat gadis itu dalam hati. Adik kelas itu dengan beraninya mendorong dirinya dan jika saja bisa—dan jika tidak ada Ardi, bisa Elara pastikan Sherly mendapatkan juga apa yang Elara rasakan sekarang. Dan tiba-tiba saja Elara menjauhkan tangannya yang sedang diobati. "Lo bisa pelan-pelan gak sih, Ki? Sakit b**o!" sentak Elara saat Riki dengan tidak becusnya menekan luka di telapak tangan gadis itu. "Ini gue udah pelan-pelan banget, Ra. Tahan bentar kek!" balas Riki dan meraih lagi tangan Elara. Ar

