MH 27

1481 Words

* "Iya Do, aku mau pulang..." ucap Moody. "Secepat itu? Trus rencanamu kuliah?" tanya sang cowok di seberang. "Yaaa ... Mungkin lanjut di sana. Keluargaku di sana dan aku ... aku akan menikah," Moody memilih ujung rambutnya. Lama Rado tak bersuara. Suaranya seolah di telan horn ponsel atau tersapu angin p****g beliung, hingga Moody mengira panggilannya terputus. "Halo, Do? Kamu masih di situ?" "Oke, tapi aku nggak bisa datang buat nganterin ya?" "Loh kenapa?" dahi Moody mengernyit. "Ada tugas, kebetulan aku harus gantiin temen di bengkel." Setahu Moody berdasarkan cerita Rado, cowok itu kerja paruh waktu di bengkel di sela kesibukannya kuliah. Walaupun dia anak orang berada, namanya tinggal di negeri orang tak serta-merta menjadikan Rado anak yang manja. "Oh ya udah. Kabar-k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD