MH 26

1291 Words

* Dwika terdiam begitu mendengar ucapan Moody, kalau dia katanya tak bisa menunggunya. Bingung, apakah itu artinya Moody menolaknya? Menolak perasaannya? Kedua tangannya masih mencekal bahu Moody. Lalu kedua tangannya luruh meskipun kedua netra itu masih memaku dan seperti menuntut penjelasan gadis di depannya. Namun, Dwika belum siap seandainya Moody menampik, menolaknya lagi. "Dia... Atau Adit?" Moody bisa mendengar getar di suara yang teruar dari mulut Dwika. Kernyitan kecil menghias dahinya lalu setelahnya pudar. Apa Dwika tengah berasumsi sesuatu? Kalau dirinya memilih Adit atau Rado. Benar begitu? Ah, asumsimu salah Kak. Tapi asumsiku, nggak pernah salah. Moody menggeleng,"Jadi menurut kakak, aku mau milih Adit atau Alvarado, gitu?" "Iya, pastinya milih salah satu dari mere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD