Confused

687 Words
Kalimat berpisah. Kalimat yang paling aku hindari dan gak ingin aku dengar dari kamu. Apa aku udah terlalu jauh selama ini - Duncan. ... Gue menunggu reaksi Duncan saat sudah mengatakan kalimat itu. Sedangkan saat ini Duncan hanya diam mematung mendengar pernyataan gue tadi. Apa gue salah berkata hal itu. Gue yang udah lelah langsung meninggalkan Duncan gitu aja. Masa bodo sama reaksi Duncan selanjutnya. Entah kenapa gue hanya bisa berdoa jika hal yang baik akan berakhir setelahnya. --- Gue bangun saat mendengar bunyi ponsel gue berdering. Gue yang masih setengah sadar hanya bisa meraba sekitar kasur. Tapi ada yang aneh saat gue meraba sebelah gue. Iya. Sebelah gue kosong, Duncan gak ada. Langsung saja gue sadar saat itu juga saat tidak merasakan adanya Duncan yang biasanya tidur disamping gue. Suara ponsel yang masih berdering membuat gue mengambil dan melihat siapa yang menelfon gue di pagi hari ini. Kak Hyunki? Langsung saja gue angkat telefonnya dan mulai mendekatkan ponsel itu ke telinga gue. "Halo iya kak kenapa?" "Lo hari ini ada kelas gak dek?" "Gak kak gue kosong hari ini." "Ikut gue yuk dek." "Kemana kak?" "Ikut gue imunisasi di sekolah dasar. Gue pingin nyuntik anak kecil nih." "Lah gak beres lo kak, kesambet apaan dah." "Gue pingin aja dek, mau gak?" "Mau hehe." "Yaudah jam 8 gue jemput ya." "Oke siap bosku." Tut Sambungan telefon pun gue matiin dan gue lihat jam udah setengah 7. Gue pun mulai cepet-cepet mandi dan siap-siap. Karena gue mau nemenin kak Hyunki imunisasi hehe. Sekali-kali lah gue nyuntik anak kecil. Jadi flashback waktu kecil gue dulu, kalau ada imunisasi gue paling awal. Iya, awal sendiri kaburnya. --- Gue pun keluar dari kamar saat udah siap. Gue menyusuri di seluruh penjuru ruangan ini tapi gue gak nemuin batang hidung Duncan. Gue pun makin takut saat lihat pintu rumah masih terbuka menandakan kemarin malam Duncan gak ngunci rumah ini. Apa semalem Duncan keluar rumah dan gak tidur di rumah ya. Tin tin tin Suara mobil yang gue yakini itu kak Hyunki membuat gue lari kedepan rumah. Langsung saja gue kunci rumahnya dan pager rumah. Gue langsung masuk ke dalam mobil kak Hyunki. Jarang-jarang kak Hyunki ngajakin gue kek begini. "Udah yuk kak." "Oke berangkat." Kak Hyunki jalanin mobilnya saat gue udah masang seat belt. Gue pun merhatiin wajah kak Hyunki yang masih lebam di sekitar bibirnya. Gue pun menghela nafas saat inget sama kejadian tubirnya Duncan ft. kak Hyunki. "Kenapa dek?" "Maaf ya kak." "Buat?" Dahi kak Hyunki berkerut. "Duncan yang mukul lo." Kak Hyunki hanya tersenyum setelah itu dia mengusap kepala gue pakai tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih di stir mobil. "Gue gapapa, yang perlu dipertanyain itu lo. Lo gapapa kan dek?" "Bohong kalau gue bilang gapapa kak." Ini gue ngomongnya sambil tahan nafas. Ya gimana gak tahan nafas itu tangan kak Hyunki kenapa bikin jantung gue dugem sih. "Mau cerita sama gue?" Gue menghela nafas saat denger perkataan kak Hyunki. Tangan kiri kak Hyunki kembali ke stir mobil dan dia menoleh ke arah gue. "Kalo lo gak bisa cerita sekarang gapapa kok dek, gue-" "Gue pingin cerai sama Duncan kak." Seketika kak Hyunki menoleh kearah gue sepenuhnya. "Ih b**o lihat depan kak. Kalau nabrak gue mampusin lo." "Dek jangan bercanda ah gak lucu tau." "Apa tampang gue sebercanda itu kak." Kak Hyunki langsung geleng-geleng kepala liat muka asem gue. "Nah berarti gue lagi serius." Kak Hyunki langsung menghela nafasnya. Entah kenapa gue juga ikut lesu hari ini. Inget kejadian kemarin buat gue pengen ngerajam mantannya Duncan aja. "Dek gue mau ngomong sesuatu." "Iya ngomong aja kali kak." "Kalau misal gue-" Kring kring~ Bunyi ponsel gue yang menandakan panggilan masuk membuat perkataan kak Hyunki kepotong. Langsung saja gue mengambil ponsel gue yang ada didalam tas. "Maaf kak bentar ada telefon." "Iya jawab dulu aja siapa tau penting." Gue langsung melihat siapa yang nelfon gue. Dan gue kaget saat tau yang nelfon gue adalah Duncan. Gue ragu saat mau jawab telfonnya tapi gue meyakinkan diri gue buat jawab telefon Duncan. "Hal..halo?" "Halo ini istri Duncan kan? Ini gue temennya, Richard. Lo bisa dateng di club xxx gak? Duncan mabuk berat." "Apa!?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD