Part 10. Tentang Saga

695 Words
“jangan pernah meminta sebuah kenangan kembali hadir meneruskan sebuah kisah disaat lo sendiri yang membuat kisah itu  hanya menjadi sebuah kenangan” Saga mengelus sebuah batu nisan yang berada dihadapannya setelah menabur kembang dipusaran, saat ini Saga sedang berada di tempat peristirahatan terakhir Papa nya yang meninggal 5 tahun lalu. “papa yang tenang yah disana, Saga bakal nerusin semua yang papa ingin lakukan disini” ucap Saga Saga sangat menyayangi papanya, dia bahkan rela melakukan apapun demi papanya. Semenjak papa nya tiada, Saga lebih memilih tinggal bersama Rika dan Pras yaitu mami dan papi, Pras bukan lain adalah adik kandung dari papa Saga. *** “Saga, kapan kamu mau nerusin usaha papa kamu? Papi rasa saat ini kamu sudah siap” ucap Pras sembari meminum teh nya Saga menunduk “Saga belum siap pih, mungkin setelah Saga lulus kuliah sebentar lagi” Pras membenarkan kacamata yang dia pakai lalu mengangguk tanda mengerti “yasudah papi tidak akan memaksa, tapi papi ingin kamu bisa meneruskan usaha papi kamu dengan benar” Saga tersenyum lalu mengangguk. *** Saga mengepalkan tangannya, dia benar-benar lelah harus berurusan dengan Amber. Kisah mereka sudah lama terkubur mengapa dengan gampangnya Amber datang lagi di kehidupan Saga ketika dia sudah benar-benar melupakan kenangan pahitnya bersama Amber. Amber tidak tahu bahwa mati-matian Saga harus mengubur dalam-dalam perasaan yang dia punya untuk Amber sejak mereka masih dibangku SMA, dimana itu adalah pertama kalinya Saga mencintai seseorang. “please Ga” lirih Amber yang saat ini sudah menggenggam tangan Saga Saga menghela nafasnya “kasih aku satu kesempatan lagi” “lagi? Hanya orang bodoh yang selalu menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan” Saga menunduk, dia sempat terfikir betapa malunya dia ketika di SMA mengejar cinta Amber, Amber sama sekali tidak menatapnya bahkan Amber secara terang-terangan menolak Saga bukan karna Saga tidak tampan, tapi Amber malah memilih berpacaran dengan musuh Saga ketika di SMA yaitu, Reihard. Saga pun melepaskan Amber, tapi ketika masuk kuliah Amber putus dengan Reinhard dan saat itu pula Amber mendekati Saga, dengan hati yang masih mencintai Amber, Saga pun berpacaran dengan Amber sekitar 1 tahun, Saga sangat memperlakukan Amber sebaik mungkin. Namun, dengan teganya Amber menduakan Saga dengan orang lain, dan Amber memutuskan Saga. Kejadian tersebut masih berulang kembali membuat Saga mati rasa karenanya. “hikss hikss Saga aku mohon” Amber kembali memberikan jurus terjitunya yaitu menangis sembari memeluk Saga Saga memalingkan wajahnya dan berdiri “jangan pernah meminta sebuah kenangan kembali hadir meneruskan sebuah kisah disaat lo sendiri yang membuat kisah itu hanya menjadi sebuah kenangan” ucap Saga lalu meninggalkan Amber yang masih terisak dalam diam *** Beberapa bulan ini Saga dan Aleena memang menjadi sangat dekat, Saga yang tadinya menolak kehadiran Aleena, menjadi Saga yang tidak bisa hari-harinya tanpa diganggu oleh Aleena. “oi bengong aja kesambet lo!” kata Azzam yang tiba-tiba hadir disamping Saga yang sedang terduduk di balkon kamar studio foto nya “zam” “hm” “lo tau Aleena kan?” “yang lo sebut alien?” Saga tertawa pelan, rasanya baru kali ini dia memanggil nama Aleena bukan alien. “kenapa? Lo jatuh cinta sama dia?” “kalo iya?” Azzam membulatkan matanya dan seketika menatap Saga “serius?” Saga menangkat bahunya acuh “belum yakin” “Aleena baik banget, polos tapi gak b**o, takut jatuh cinta karna selalu disakitin” Saga melirik ke arah Azzam “kok lo bisa setau itu?” Azzam tersenyum “dulu, Belva pernah coba deketin gue sama Aleena” Saga mengangguk pelan “tapi, lo gak jatuh cinta sama dia?” “mungkin, gue akan jatuh cinta sama dia kalo misal gue lanjutin pdkt nya, tapi gak dilanjutin karna waktu itu Aleena bener-bener gak mau deket sama cowok siapapun” “tapi, sekarang dia malah ngedeketin gue” “itu dia, mungkin lo takdirnya” Saga meneguk coca cola yang ada digenggamannya lalu kembali memikirkan Aleena, saat Aleena tesenyum membuat Saga tidak bisa memalingkan wajahnya. Apa lagi, saat pipinya merah karena Saga menggodanya, Aleena benar-benar menggemaskan. Aleena dan Saga memang mempunyai masa lalu yang sama-sama menyakitkan, namun dikala mereka sama-sama takut jatuh cinta kembali, akankah ketakutan itu menjadi suatu kekuatan nantinya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD