Pagi berganti dengan cepatnya, terasa waktu terus memburu Amanda, pada saat itu. Langit Jakarta masih berwarna kelabu saat ia berdiri di depan cermin apartemennya, menatap pantulan diri yang tampak lelah namun anehnya… tenang. Semalam seperti mimpi yang belum sepenuhnya menguap dari kesadarannya. Setiap helaan napas masih membawa sisa hangat, setiap detak jantung masih menyimpan getar yang belum reda. Hari ini adalah hari terakhirnya di kantor Nalendra. Ia mengenakan pakaian sederhana, blus krem tipis dan rok panjang berwarna gelap. Terlalu tipis untuk cuaca yang belakangan sering berubah-ubah, tapi Amanda tidak terlalu memikirkannya. Ia hanya ingin menyelesaikan semuanya, berpamitan dengan rapi, lalu pergi tanpa menoleh terlalu banyak. Namun rencana jarang sekali berpihak pada manusia

