"Nalendra...kamu ini udah nggak waras ya, dia ini cuman anak pegawai, kamu itu pewaris, dan inget Amanda, sampai kapan pun kamu itu nggak pantas bersanding dengan anak saya, inget itu baik - baik." Amanda segera keluar dari Mansion mewah itu. Dan saat dia ingin menaiki motornya, Amanda hampir menjatuhkan helm dari tangannya saat kunci motor bergetar hebat di jemarinya. Suara Pak Darwis masih menggema di telinganya, menusuk lebih dalam dibanding teriakan mana pun yang pernah ia dengar dalam hidupnya. Ia tidak berani menatap ke belakang, tidak selepas kata “jangan pernah mimpi” itu meluncur tepat ke wajahnya. Dan saat suara Nalendra memanggil namanya, penuh amarah sekaligus ketakutan, Amanda justru tersentak dan menyalakan motor. Ia tidak bisa melawan. Tidak punya hak untuk membela diri. I

