Bab.14 Pernikahan Bisnis

914 Words

Hari-hari Amanda di Amerika berjalan dengan ritme yang keras dan nyaris tanpa jeda. Pagi hari ia berangkat ke kampus dengan tas ransel sederhana, siang ia berpindah ke rumah sakit menemani ayahnya menjalani fisioterapi, malam ia bekerja paruh waktu di sebuah kafe kecil dekat apartemen sewaan mereka. Tubuhnya sering kali kelelahan, tapi pikirannya justru terasa lebih padat dari sebelumnya. Ia menepati janjinya sendiri. Nomor ponsel diganti. Akun media sosial dinonaktifkan. Ia menghilang sepenuhnya dari dunia lama yang penuh luka. Setiap kali tangannya bergetar ingin membuka galeri lama, foto-foto dirinya dan Nalendra, Amanda akan menarik napas panjang, lalu menutup ponselnya. Ia belajar keras tentang manajemen, keuangan, dan strategi bisnis. Semua terasa seperti senjata yang sedang ia asa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD