Hembusan angin yang amat kencang sampai dapat menerbangkan barang-barang di gedung konstruksi ini.
Terlihat ruka dengan tubuh dipenuhi dengan semangat dan kekuatan yang amat dahsyat.
"Sialan! "Dia berteriak dengan penuh amarah mengeluarkan rantai pedang itu.
Rantai itu mengenai ruka membuat debu beterbangan menutupi tempat ini, "hahaha rasakan dasar sampah! "Dia tertawa terbahak-bahak.
Mendadak saat dia mencoba menarik rantainya dengan tangan kanan.
Sesuatu benda jatuh dan tepat di bawah kakinya melihat tetesan darah yang makin banyak.
"Wahhh! "Dia berteriak syok melihat tangan kanannya yang menghilang.
Laki-laki itu gemetaran saat merasakan hawa yang amat berbahaya di belakangnya.
Yang mengatakan jika dia melihat kebelakang maka nyawanya akan melayang.
Namun karena rasa penasaran yang amat tinggi dia melihat kebelakang, dan terlihat ruka memegang tangan kanannya yang putus.
"Sialan kembalikan tangan kananku! "Dia mencoba mencekik ruka.
Ruka dengan tenang, "tentu saja aku kembalikan! "Dengan penuh tenaga ruka menancapkan tangan laki-laki itu kedalam mulutnya.
"Cough"dia yang menahan sakit di mulutnya karena tangan kanannya sendiri yang masuk ke dalam tenggorokannya.
Laki-laki itu gemetaran karena tidak dapat bernafas, "aku tambahi ya sialan, untuk anjing itu! "Ruka memaksa masuk tangan laki-laki itu ke dalam mulutnya.
Semua tangan laki-laki itu masuk kedalam mulutnya sendiri, dan dia mati dengan kondisi tangan yang berada di tenggorokannya.
Ruka dengan nafas terengah-engah karena telah melihat darahnya yang keluar amat banyak.
Saat ruka mencoba meninggalkan tubuh laki-laki itu, ruka terjatuh dan ter pingsan.
Laki-laki yang tadi yang disangka ruka telah tewas mendadak berdiri namun dengan kondisi sekarat.
"(Senjata itu milikku, akan aku bunuh dia!) "dia dengan penuh dendam mencoba mengambil pedang putih.
Mendadak pedang bergerak sendiri dan menancap tepat di d**a laki-laki itu sampai tembus.
"Matilah dan menjadi energiku "terdengar suara pedang itu di dalam pikirkan laki-laki itu.
Dia nampak bingung dan, "wohhhhh"dia berteriak dengan amat kuat merasakan tubuhnya serasa di sedot.
Tubuh laki-laki itu mulai mengurus sedikit demi, sedikit karena darahnya diambil secara paksa.
Akhirnya laki-laki itu mati dengan tubuh seperti mumi yang kering, dan semua hewan panggilannya menghilang menjadi debu.
Pedang putih itu mulai melayang dan mengeluarkan cahaya yang amat terang, dan terlihat gadis kecil dengan rambut putih melayang sambil membuka matanya melihat ke arah ruka.
...

...
Gadis kecil menginjakan kakinya ketanah dan berjalan mendekati ruka, "bertahanlah "gadis kecil itu memeluk ruka dengan sangat lembut.
Ruka menutup matanya dan tertidur di pelukan gadis kecil itu.
Mendadak malam ini menjadi sunyi dan hari esok mulai menunjukan Mentari pagi.
di kamar ruka,cahaya matahari menyinari wajah ruka yang tertidur pulas.
Ruka mengedipkan kedua matanya karena Mentari pagi yang hangat mengenai kedua matanya, "Gawat aku kesiangan !"ruka mendadak panik dan terjatuh di atas tempat tidur.
Karena merasakan hal yang aneh dengan tangan kirinya, "tanganku.... Jadi tadi malam bukan mimpi! "Ruka melihat tangan kirinya yang sudah tidak ada.
Ruka berjalan keluar kamar dan tepat di ruang tamu, kakek dan nenek ruka yang sedang menonton TV bersama dengan gadis kecil.
"Ruka kau sudah sadar"nenek tersenyum manis namun memukul kepala ruka.
"Aduh sakit! "Ruka menahan sakit kepalanya, "aku ini masih terluka nenek"ruka mengelus kepalanya dengan tangan kanan.
Kakek ruka tetap diam saja sambil menikmati tehnya, "bukkk"gadis kecil itu memukul meja dengan amat kuat.
"Aku bosan menuggu cepat beritahu aku dimana emily! "Gadis kecil itu dengan penuh amarah melihat kakek dan nenek ruka.
"Woi kau berisik sekali cebol! "Ruka dengan penuh amarah melihat gadis kecil itu.
Gadis kecil itu melihat ke arah ruka dan menarik kerah bajunya, "Siapa yang kau sebut cebol, jika tidak ada aku di sana mungkin kau sudah mati! "Gadis kecil itu dengan penuh amarah melihat ruka.
Ruka dan gadis kecil itu beradu kepala namun dipisahkan dengan neneknya.
Ruka dan gadis kecil itu mulai duduk, bersama dengan kakek dan neneknya dengan senyuman senang.
Gadis kecil itu mulai gemetaran, "kumohon beritahu aku dimana emily, aku akan melakukan apapun! "Terlihat gadis kecil itu meneteskan air matanya.
Ruka dengan wajah malas mulai mengelus kepala gadis kecil itu, dengan sangat lembut membuat dia tenang.
Dia mendadak terkejut karena kesal kepalanya dielus ruka, "apa yang kau lakukan, kau pikir aku anak kecil! "Katanya.
"Tenang woi, kalau kau mencari emily dia orangnya! "Ruka menunjuk ke arah neneknya.
Gadis kecil itu gelisah saat melihat nenek ruka, "tunggu, kau berbohong kan memang benar energinya terasa kecil namun.... "Gadis kecil itu gemetaran.
"Tadi mencari emily sekarang tahu malahan enggak percaya, ya dia emily nenekku. emily muramasa! "Ruka dengan malas melihat gadis kecil itu.
Nenek ruka tersenyum, "lama tidak bertemu freya !"kata nenek ruka.
Freya ter mundur gemetaran dan terjatuh, "mustahil emily kenapa kau menjadi tua.... Benar juga ayo kita ke mata air kehidupan, akan aku buat kau menjadi muda lagi ya! "Freya gemetaran dengan keringat membanjiri tubuhnya.
Nenek ruka menggeleng kepalanya, "jangan bercanda emily, kumohon jangan tinggalkan aku! "Freya menangis sambil menarik kerah baju nenek ruka.
"Woi mau kau apakan nenekku cebol! "Ruka mencoba berdiri namun dihentikan neneknya.
Nenek ruka memeluk freya dengan sangat lembut, "sudah terlambat, sekarang aku merasa bahagia melihatmu lagi"nenek ruka dengan pelan berbicara di telinga freya.
Freya gemetaran dan dia tidak dapat menahan air matanya tangisan sampai terdengar di seluruh rumah ini.
"Kenapa dengannya? "Ruka bingung dan melihat kakeknya menyuruhnya diam dengan senyuman.
Bersambung.