Sinar mentari pagi mulai nampak dari arah timur, waktu menunjukkan pukul 05.45 dan Lucien terbangun dari tidurnya. Dengan Elise yang masih memeluk tubuhnya.
"Hey, Elise sudah pagi... Ayo bangun !" Colek Lucien kearah pipi kiri Elise. "Hmm... Nanti dulu, sebentar lagi... Ini masih terlalu pagi" Balas Elise manja dengan bibir manyun.
"Baiklah... Tidurlah lagi yang nyenyak" Ucap Lucien dan mengecup kening Elise secara spontan. Lucien beranjak dari tempat tidur, kemudian segera membasuh wajahnya dikamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dia mengganti baju tidurnya dengan pakaian olahraga. Sebuah kaus berwarna biru dengan celana pendek abu-abu.
"Olahraga sebentar, agar badan lebih segar" Sahut Lucien yang terlihat sudah memakai pakaian olahraganya. Kemudian dia meninggalkan Elise yang masih tidur dikamar.
Terlihat banyak dari para pelanggan yang juga sudah bangun pagi untuk berolahraga. Serta nampak beberapa pegawai yang terlihat sedang melakukan senan pemanasan bersama.
"Haey tuan yang semalam, selamat pagi !" Sapa seorang wanita kepada Lucien dari arah kantin resort. "Hey juga... Selamat pagi kembali" Balas Lucien yang kaget dengan suara tersebut.
"Oh, kamu rupanya, olahraga juga ?" Tanya Lucien kepada bartender wanita yang dia temui semalam. "Iya, anda masih ingat dengan saya rupanya" Jawab si bartender wanita itu.
"Tentu saja, karena aku bukan tipe seorang yang pelupa. Aku Lucien, siapa namamu ?" Sahut Lucien membalas bertanya dan meminta jabat tangan dari bartender wanita itu. "E-Eh, nama saya Cassie, salam kenal tuan" Jawab wanita berambut coklat ikal itu dan membalas jabat tangan dari Lucien.
"Ok, Cassie, bagaimana kalau kita berolahraga bersama ?!" Ucap Lucien mengajak Cassie. "Tentu tuan, dengan senang hati saya akan menemani anda" Sahut Cassie dan mereka berdua pun segera berlari mengelilingi resort.
"Oh ya tuan, jika boleh tau, kenapa anda bisa bekerja dengan nona Elise ?" Ucap Cassie bertanya. "Ceritanya cukup panjang... Secara tidak sengaja kami bertemu, dan karena ada sesuatu masalah maka aku terpaksa harus bekerja untuk Elise !" Balas Lucien menjawabnya singkat.
"Apa ada masalah yang serius, tuan !?" Tanya Cassie kembali. Tanpa mereka berdua sadari, telah setengah mengelilingi resort tersebut. "Bisa dibilang sangat serius sekali. Masalah itu melibatkan kehidupanku, dalam artian pribadi !" Jawab Lucien singkat, karena tidak ingin semakin mengumbar masalah yang sedang dihadapinya.
"Jadi seperti itu, aku harap anda segera menemukan jalan keluarnya" Balas Cassie dengan polosnya. "Iya, aku juga berharap hal yang sama" Mereka terlihat sangat berkeringat, dan keduanya memutuskan untuk beristirahat sebentar.
"Aku lelah sekali, tidak aku sangka resort ini luas juga !" Sahut Lucien kagum.
"Ini tidak seberapa tuan, biasanya disini kami menyelenggarakan lari maraton mengelilingi pulau ini. Dan itu membutuhkan waktu total hingga 8 jam lamanya" Ucap Cassie menjelaskan. "Wah, berarti pulau ini luas juga ya, memang hebat keluarga Reinford !" Lucien kembali kagum dengan aset keluarga Reinford.
Sementara itu Elise masih terlihat berbaring diatas ranjangnya. Di hari kedua dia liburan ini, nampak Elise sangat kelelahan hingga tidurnya menjadi sangat pulas.
Wajar saja dikarena pekerjaan Elise yang tidak bisa dia tinggalkan meski sudah ada Tivani sebagai asistennya. Semua bisnis yang Reinford jalankan sangat bergantung pada kepemimpinannya.
Waktu terlihat pukul 06.50 dari ponsel Cassie. Lucien yang merasa sudah lebih segar ingin segera kembali menuju kamar Elise.
"Cassie, aku kembali dulu. Badanku juga sudah lebih segar, terima kasih telah menemaniku hari ini" Ucap Lucien lalu pergi meninggalkan Cassie yang masih duduk dibangku taman, serta dia melambai kearah si bartender wanita itu.
Lucien segera menuju kamar Elise, dia masuk kedalam kamar tanpa sepengetahuan Elise. Dan melihat Elise yang masih terlelap dalam tidurnya. Mata Lucien menatap kearah Elise, ketika dia melihat lekuk tubuh Elise yang menonjol pada bagian dadanya. Sontak membuat pria tersebut menjadi panas.
Secara sengaja Lucien mendekati Elise yang sedang tidur. Terlihat pria tersebut sudah berada sangat dekat dengan tubuh Elise. Namun tiba-tiba Elise membuka matanya, sontak membuat Lucien kaget dan segera turun dari tempat tidur.
"Lucien apa yang kamu lakukan !?" Tanya Elise bangun dari tidurnya. "Tidak ada, sudah terang, jadi aku ingin membangunkanmu" Jawab Lucien mengelak. Elise yang baru bangun segera turun dari ranjang, dan menuju ke kamar mandi.
Lucien hanya bisa menghela nafas karena keinginannya tidak tersampaikan kali ini. "Oh... Iya Lucien, hari ini, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat dipulau ini" Sahut Elise dari dalam kamar mandi. "Tempat apa itu, Elise ?" Tanya Lucien, terlihat pria tersebut sedang melepas baju olahraganya yang basah karena keringat.
"Nanti kamu juga akan tau..." Ucap Elise dan segera melanjutkan mandinya. "Hmm... Baiklah..." Sahut Lucien. Setelah cukup lama, kemudian Elise keluar dari dalam kamar mandi. Terlihat dia hanya menggunakan handuk sebagai penutup tubuhnya.
"Cepat bersihkan badanmu, dan segara kita akan berangkat" Ucap Elise kepada Lucien. "Iya baiklah, kalau boleh tau... Sebenarnya tempat apa itu !?" Tanya Lucien yang kemudian masuk kedalam kamar mandi. "Sebuah tempat rahasia... Bukan rahasia jika kau tau" Jawab Elise singkat.
"Hah, rahasia lagi..." Ucap Lucien menggerutu, dia melanjutkan mandinya dan segera membersihkan badannya yang penuh keringat.
Tidak lama kemudian Lucien keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Elise telah siap untuk pergi. Serta wanita itu telah memakai bikini seperti sebelumnya dan dengan sebuah kain diikat pada pinggangnya sedikit menutupi bagian bawah.
"Cepatlah ganti pakaianmu, aku tunggu dikantin resort !" Ucap Elise meninggalkan Lucien dikamar. "Iya, baiklah..." Balas Lucien segera mengganti pakaiannya. Dia mengenakan baju hijau berlengan pendek dan sebuah celana pendek seperti sebelumnya.
Kemudian dia segera menyusul Elise dikantin resort. Terlihat Elise sedang duduk dikursi paling ujung dan sedang menyantap sarapan paginya, sebuah pancake dengan smooties yang menjadi minumannya.
Lucien yang melihat Elise segera menghampirinya. Kemudian dia duduk bersama disebelah Elise. "Kamu cepat juga, Lucien !" Sahut Elise memuji. "Itu karena aku tidak suka membuat orang menunggu. Apalagi seorang wanita cantik sepertimu" Balas Lucien sembari memberikan pujian kepada Elise.
"Segeralah pesan sarapan, kita membutuhkan tenaga yang lebih untuk ketempat yang aku janjikan" Ucap Elise.
"Tempat rahasia itu... Jika kau bilang seperti itu, berarti tempat itu berada jauh dari tempat ini, benarkan ?" Sahut Lucien yang sedang memesan sarapan dikantin resort.
Dia kembali duduk disebelah Elise dengan membawa sebuah senwich daging dan segelas s**u kocok. "Lihatlah sendiri.... Menurutku, nanti kamu akan menyukainya" Ucap Elise kembali yang terlihat telah menghabiskan sarapannya.
"Hmm... Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya sendiri" Sahut Lucien mengangguk, sembari menikmati sarapan paginya itu. Ditemani Elise yang masih menyisakan smooties miliknya, kedua orang itu nampak asyik mengobrol bersama.
Sinar matahari telah menerangi pulau, banyak dari para pelanggan yang telah memulai aktifitasnya. Dan terlihat para pegawai juga sudah memulai kesibukannya. Nampak terdengar banyak candaan serta tawa di pagi itu dari para pelanggan dan pegawai resort.
"Sudah selesai, ayo kita berangkat..." Ajak Lucien yang juga sudah menghabiskan sarapannya. "Baiklah, ayo ikuti aku !" Ucap Elise dan mereka berdua segera beranjak dari kantin resort serta menuju kedalam hutan dipulau tersebut.