Elise merupakan pewaris dari keluarga Reinford, dikenal sebagai yang terkejam diantara para kelompok mafia lain dinegara A. Serta Reinford juga memiliki banyak jaringan gelap diseluruh dunia.
Tidak heran jika Elise pun berpenampilan sangat mewah setiap saat, dikarenakan dia adalah sang pimpinan tertinggi saat ini.
"Ada apa denganmu Lucien ?" tanya Elise kepada pria berambut hitam itu. "Tidak ada apa-apa, aku tidak menyangka kau adalah seorang yang penting disini" Balas Lucien dengan sedikit gugup.
"Tidak perlu sungkan, aku telah memilihmu sejak pertama aku melihatmu" Berjalan kearah bunga-bunga yang ada ditaman. "Apa maksudmu ? Kamu tau, aku hanyalah seorang warga biasa seperti pada umumnya" Lucien membalas dengan merendahkan dirinya.
"Jangan berbicara seperti itu, dari namamu, kau memiliki arti penting bagi para kelompok mafia seperti kami !" Ucap Elise menjelaskan. "Kamu tau seberapa banyak orang yang mencarimu ? Kurasa malam itu adalah keberuntungan bagiku"
"Tunggu... Mencariku ? Apa maksudnya itu ?!"
"Mungkin kamu tidak pernah tau, bahwa Ainsworth adalah pemasok terbesar persenjataan bagi para mafia dinegara ini" Jelas Elise sembari memetik sebuah bunga mawar biru.
"Apa ?! Kau bercanda, ya...?"
"Dan mana mungkin, dari dulu keluargaku tidak pernah terlibat dalam hal semacam itu" Lucien menyangkal perkataan Elise tersebut. "Memang tidak bisa dipercaya, tapi apa kamu tau pekerjaan ayahmu dibalik kedok pegawai kantoran yang biasa dia jalani selama ini ?" Balas Elise bertanya.
"A-Aku tidak tau soal itu... Tapi, maaf saja, ayahku bukan orang yang seperti itu" Sahut Lucien kembali mengelaknya.
"Sudahlah Lucien, kamu adalah harta berharga bagi setiap mafia. Dan ingat jika kamu mencoba pergi dari kelompokku, mungkin kelompok lain akan menangkapmu juga" Ucap Elise mengingatkan dan sedikit mengancam Lucien.
"T-Tidak, itu tidak benar, bukan...?"
"Oh iya Lucien, ada sebuah tugas lain yang harus kamu jalankan. Gerald akan menjelaskan detailnya nanti, pastikan dirimu jangan sampai tertangkap kali ini" Elise pergi meninggalkan Lucien sendirian ditaman.
"Apa maksudnya dengan semua ini, aku tidak percaya ayah membohongiku selama ini" Lucien duduk dibangku taman tempat Elise sebelumnya duduk, sembari kembali memikirkan perkataan Elise.
Tidak lama kemudian Gerald datang dengan membawa sebuah koper hitam. "Tuan Ainsworth, ini tugas yang harus anda selesaikan" Ucap pria berambut putih seperti dipenuhi uban itu.
"Maaf sebelumnya, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu Gerald" Ucap Lucien yang terlihat masih termenung diatas bangku taman. "Iya tuan silahkan" Sahut Gerald.
"Apa hubungannya keluargaku dengan dunia kalian, para mafia ?" Tanya Lucien.
"Sebenarnya hal ini bukan kuasa saya, yang pasti keluarga Ainsworth memiliki kontribusi besar bagi para mafia dinegeri ini. Tidak hanya itu, ayah anda juga memasok persenjataan untuk beberapa negara didunia" Jawab Gerald singkat.
"Benarkah itu ?! Bahkan selama ini aku tidak mengetahuinya sama sekali" Sahut Lucien yang terlihat murung. "Sudahlah tuan, seiring berjalannya waktu pasti anda akan mengerti" Ucap Gerald.
"Benar juga perkataanmu, dari pada memikirkan masa lalu lebih baik membuka jalan baru" Balas Lucien yang seketika terlihat lebih baik.
"Apa tugas kali ini, Gerald ?!"
"Semua ada didalam koper tuan, dan sebaiknya kita bergegas" Gerald mengajak Lucien untuk segera berangkat. "Nanti akan saya jelaskan lebih detail diperjalanan"
"Baik, ayo kita selesaikan tugas ini" Ucap Lucien dan mereka berdua menuju mobil yang sudah terparkir didekat taman.
Didekat mobil terlihat Hideki yang sudah menunggu. Ketiga pria itu masuk kedalam mobil range rover hitam. Gerald menjadi pengemudi mobil tersebut, dan Hideki duduk disampingnya. Sedangkan Lucien duduk dibelakang.
"Silahkan buka koper anda tuan" Ucap Gerald yang sedang menyetir. Lucien langsung membuka koper tersebut, didalam ada beberapa bekas dokumen.
Dan yang paling membuat Lucien penasaran adalah sebuah dokumen tentang sebuah batu permata berjenis ruby. "Gerald, apa ini tugas kita ?!" Tanya Lucien.
"Iya tuan, batu itu berasal dari kota M dan baru ditemukan beberapa hari yang lalu. Rumah lelang dikabarkan akan melakukan pelelangan besok malam" Jawab Gerald sembari mengemudi.
"Tapi kenapa harus kita curi ?!" Sahut Lucien. "Tidak tuan, tugas kita mengawal benda itu hingga sampai tujuan, yaitu rumah lelang !" Balas Hideki menyela yang dari tadi menyimak perbincangan mereka.
"Oh, Hah... Aku tidak salah dengar !?"
"Tidak tuan !" Ucap Gerald. "Kita mendapat permintaan itu kemarin langsung dari rumah lelang, dan kita mendapat bayaran tentunya" Lanjut Gerald berkata.
"Wanita itu ternyata juga bisa melakukan hal yang benar" Ucap Lucien bergumam.
"Kita akan pergi kemana ?" Tanya Lucien kembali. "Kesana tuan !" Tunjuk Hideki kearah pelabuhan kota A.
"Tugas kali ini benar-benar sulit, aku harap anda bisa menjalankannya dengan baik" Gerald sedikit khawatir pada Lucien. Mobil memasuki dermaga pelabuhan, disana terlihat banyak kapal yang berlabuh.
Dan seperti dipelabuhan biasanya, banyak kargo besar yang ditumpuk hingga tinggi. Mereka turun dari mobil, tepat didekat sebuah kapal barang besar.
Disana sudah menunggu beberapa orang dari kelompok Reinford sebelumnya untuk menjaga kapal. Tidak lama kelaurlah seorang pria dari kapal dengan membawa sebuah kotak berukuran kecil.
"Selamat siang tuan, ini pesanan kalian" Dia memberikan kotak tersebut kepada Lucien. Mereka memeriksa barang tersebut, dan benar adanya, itu adalah batu permata ruby. "Saya harap barang ini cepat sampai ke rumah lelang" Dia kemudian masuk kembali kedalam kapal.
Seketika Lucien memisahkan dirinya untuk mengendarai mobil yang telah disediakan oleh rumah lelang. Dia pergi meninggalkan pelabuhan dan diikuti oleh kedua pria temannya itu menuju ke rumah lelang.
Hari semakin siang, namun jalanan terlihat cukup senggang. "Aku bisa cepat sampai kalau begini !" Lucien memacu kendaraannya lebih cepat, serta diikuti oleh kedua temannya.
Kemudian secara tiba-tiba ada beberapa mobil yang telah menghadang didepan. "Apa-apan mereka ini !?" Sahut Lucien yang melihat mobil-mobil itu, dan langsung memutar kemudi kearah lain.
Berharap cepat sampai namun ternyata harus mendapat sebuah masalah baru. Pikirnya dan Lucien tetap memacu kendaraan tersebut. Seketika dia digiring oleh dua mobil asing lainnya.
Serta beberapa mobil dibelakang telah menghadang kendaraan kedua temannya. Mobil Lucien terpisah dari kendaraan yang ditumpangi Gerald dan Hideki, tanpa pikir panjang dia terus menambah kecepatan. Berharap dapat lolos dari kedua mobil asing yang mengikutinya.
Beberapa tikungan tajam dilahap oleh Lucien. Namun kedua mobil tersebut masih mengikutinya. "Sial... Gigih juga mereka, aku harus bagaimana sekarang !?" Lucien bergumam dalam benaknya.
Seketika dia mempunyai ide bagus, Lucien memasuki sebuah lahan parkiran mall kota. Setelah itu dia meninggalkan mobil tersebut disana, dan memasuki mall untuk menghilangkan jejak.
"Setidaknya aku bisa mengecoh mereka !" Lucien berlari dengan cepat melewati lorong-lorong mall tersebut.
Tetapi, nampaknya usahan Lucien untuk kabur telah dicium oleh mereka. Tidak lama setelah Lucien masuk kedalam mall, ada 4 pria besar ikut masuk kedalam mall tersebut.
Lucien yang melihat mereka langsung bergegas meninggalkan keempat orang asing tersebut. Salah satu dari mereka melihat Lucien yang tergesa-gesa kabur dari mall tersebut.
"Lihat itu dia, ayo kejar, jangan biarkan dia lolos !" Ucap salah satu pria besar berkacamata hitam itu.
"Sebenarnya mereka itu siapa, apa dari kelompok mafia lain ?" Lucien masih berlari didalam lorong-lorong mall untuk mengecoh mereka.
Siang itu terlihat ramai orang didalam mall, dengan membaur bersama para pelanggan lain Lucien berharap dapat lolos dari kejaran orang-orang asing tersebut.