Matahari mulai menyembunyikan cahayanya, dan hari mulai senja. Lucien terbangun dari tidurnya dengan keadaan tanpa sehelai kain ditubuhnya, dan terlihat Elise sedang tidak ada didalam kamar.
"Apa yang sudah terjadi... Tubuhku terasa lemas sekali, benar juga ! Hari ini aku dan Elise telah melakukan hubungan itu selama beberapa ronde, pantas saja tubuhku terasa lemas kali ini !" Sahut Lucien yang beranjak dari tempat tidur.
Kemudian dia masuk kedalam kamar mandi untuk segera menyegarkan dirinya. Tidak lama kemudian Lucien selesai dan keluar dari dalam kamar mandi.
Serta melihat Elise masih belum kembali, Lucien segera memakai pakaiannya dan keluar untuk mencari Elise.
Dia menuju ke lobby depan, melihat Elise yang berada disana dia langsung menghampirinya. "Hey... Elise, ada disini kau rupanya. Sedang apa kau disini ?!" Tanya Lucien melihat kearah Elise yang sedang melengkapi beberapa dokumen. "Tidak ada, hanya melengkapi data check out kita" Jawab Elise yang sedang menuliskan kelengkapan data mereka.
"Hah... Yang benar saja ? Cepat sekali... Perasaan kita belum lama datang kesini, apa kau yakin ?!" Balas Lucien kaget. "Iya, sudah cukup untuk kali ini. Dan masih banyak pekerjaan yang menunggu, Aku tidak bisa membiarkan semua bisnisku berantakan" Sahut Elise menjawab, meski dengan perkataannya yang bohong raut wajah Elise seperti orang yang berkata benar.
"Oh, aku sendiri terserah kamu. Aku hanya sebagai pengawalmu disini" Ucap Lucien. "Baiklah, sudah selesai... Tuan Steve tolong segera proses check out kami, besok pagi aku akan segera pulang !" Sahut Elise memberikan semua data mereka kepada manager Steve.
"Baik nona, akan saya proses secepatnya" Ucap Steve membalas, dan meninggalkan mereka berdua disana.
"Oh iya Elise, memangnya kamu sudah puas hanya dengan liburan seperti ini ?" Tanya Lucien. "Aku sebenarnya biasa-biasa saja, mungkin karena aku sendiri sering datang kesini..." Sahut Elise menjawab.
"Ya, karena kamu adalah pemilik tempat hebat ini. Wajar saja, mungkin dikarenakan suasana disini yang sering kamu rasakan" Balas Lucien berpendapat.
"Hmm... mungkin saja, tapi liburan kali ini terasa berbeda..." Menatap Lucien yang berdiri disampingnya. Elise seakan berkata benar, namun dibalik semua itu tersembunyi suatu alasan yang telah direncanakan dengan matang oleh wanita itu.
Kemudian Elise segera kembali kekamarnya, serta Lucien kemudian meminta izin untuk keluar sejenak. "Elise, aku ingin pergi sebentar. Jika kamu membutuhkanku, cari aku dipantai" Sahut Lucien. "Baiklah, lakukanlah apa yang belum kau inginkan. Besok kita akan kembali pulang" Ucap Elise membalas.
Dan Lucien terlihat pergi menuju tepi pantai dipulau tersebut. "Disini sangat menyenangkan, sebenarnya aku ingin lebih lama disini" Sahut Lucien dalam hatinya. Nampak pria tersebut sedang duduk ditepi pantai sembari menikmati mentari sore.
"Pemandangan ini tidak akan aku lupakan..."
"Haey tuan Lucien..." Teriak seorang wanita memanggil, sontak Lucien menengok kearah wanita tersebut. "Hey Cassie, sedang apa kau disini !?" Tanya Lucien.
"Sebaliknya, aku yang seharusnya bertanya kepada tuan. Sedang apa anda duduk sendirian disini ?" Sahut Cassie kembali bertanya. "Hahaha... Bukan apa-apa, hanya ingin mencari ketenangan !" Balas Lucien singkat.
"Oh, tapi raut wajah tuan seperti sedang memikirkan sesuatu" Ucap Cassie memperhatikan. "Sungguh !? Aku baik-baik saja" Balas Lucien mengelak.
"Oh iya tuan, sebaiknya anda datang ke bar resort malam ini. Disana akan diadakan pesta dalam rangka untuk menyambut kesuksesan pulau ini" Sahut Cassie.
"Benarkah ?! Baiklah, akan aku usahakan untuk datang" Ucap Lucien yang terlihat tidak ingin datang ke pesta itu. "Syukurlah, ditunggu kedatangannya tuan" Cassie membalas.
"Aku permisi dahulu tuan, masih ada banyak pekerjaan yang menunggu" Cassie segera pergi meninggalkan Lucien ditepi pantai. Matahari telah terbenam, serta lampu taman dan lampu penerang jalanan sudah mulai bercahaya.
"Wah, aku terlalu lama disini. Elise bisa marah kepadaku !" Lucien segera kembali kekamar, dikarenakan dia tidak ingin membuat marah bos wanitanya itu. Lucien membuka pintu kamar, terlihat Elise sedang membaca sebuah buku didekat jendela yang mengarah ke lautan.
"Lucien, setidaknya bunyikan bell sebelum kamu masuk... Dan, ada apa denganmu hingga tergesa-gesa seperti itu ?!" Tanya Elise sembari membaca sebuah buku.
"Syukurlah, maaf aku terlalu lama disana..." Ucap Lucein tidak menghiraukan pertanyaan Elise. "Elise, nanti malam akan ada pesta di bar resort. Maukah kamu datang bersamaku ?" Sahut Lucien mengajak bos wanitanya itu.
"Hmm... Pesta ? Boleh juga, tapi nanti malam ingatkan aku lagi" Balas Elise menyetujuinya. Mereka berdua terlihat sangat antusias dengan pesta tersebut. Pesta diadakan setiap akhir bulan, serta bertujuan untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung baru bagi pulau ini.
Dengan konsep pesta malam yang meriah dan disukai oleh setiap orang. Pihak pengelola memanfaatkan pesta tersebut sebagai ajang promosi untuk menambah penghasil bagi pengelola.
Malam datang, waktu menunjukkan pukul 19.35 dan terlihat ramai para pengunjung pulau didalam bar. Mereka nampak menikmati pesta malam itu, dan terlihat semua orang saling bertukar kata serta bergembira bersama.
"Elise lihatlah, sungguh ramai sekali !" Lucien yang datang bersama Elise kagum melihat orang-orang disana. Mereka berdua mengenakan baju yang terlihat sangat mempesona. Elise memakai dress panjang dengan bagian punggung terbuka berwarna hitam, serta pada bagian d**a juga nampak sedikit terbuka.
Sedangkan Lucien memakai tuxedo seperti biasa, namun dia terlihat sangat menawan serta banyak dari pengunjung wanita yang memandanginya. "Huh, jangan sampai kamu lepas dariku. Tetap disampingku..." Ucap Elise berbisik kepada Lucien, yang telah merasakan banyak dari pengunjung wanita memandangi kearah mereka.
"Iya baiklah, tenang saja aku hanya milikmu seorang, bukan !?" Sahut Lucien dan mengecup bibir merah Elise. Sontak membuat wajah wanita tersebut memerah karena ulah Lucien.
"Apa yang kamu lakukan, setidaknya tidak didepan mereka !" Ucap Elise pelan kearah Lucien, namun hal itu membuat para pengunjung semakin memperhatikan mereka berdua.
"Karena hanya ini yang bisa aku lakukan, terutama untuk meyakinkanmu" Sahut Lucien membalas. "Huh, apa-apaan kamu ini... Dasar !" Ucap Elise segera memalingkan wajahnya yang memerah.
Mereka duduk dikursi depan meja counter bar. Lucien memanggil salah satu bartender disana, dan Cassie nampak segera melayani tamu spesialnya itu. "Haey nona Elise, senang anda bisa kesini malam ini" Ucap Cassie sopan. "Ini berkat seseorang yang telah berani mangajakku untuk datang" Balas Elise yang masih memalingkan wajahnya dari Lucien.
"Oh, apa dia adalah pria disebelah anda ini ?" Sahut Cassie bertanya, dan mencoba menggoda kedua tamu spesialnya itu. "Sudahlah, buatkan aku minuman yang paling enak" Ucap Elise menatap sinis Lucien.
Cassie yang melihat tingkah kedua tamunya tersebut sontak tertawa kecil dihadapan mereka. Sembari si bartender wanita tersebut melakukan aksinya mencampur beberapa minuman dan mengocoknya dengan sebuah gaya yang memukau.
"Hebat... Kamu hebat Cassie, dapat melakukan aksi itu meski kamu seorang perempuan" Sahut Lucien memuji serta memberikan sebuah tepuk tangan kepada si bartender wanita itu. "Hehehe... Sudah menjadi kebiasaan saya, dan hanya inilah keahlian saya" Ucap Cassie membalas, dan menuangkan sebuah campuran minuman spesial ke gelas untuk dua tamunya itu.
Kemudian Elise dan Lucien secara bersamaan meminum segelas minuman campuran spesial dari Cassie tersebut.
"Woow..."
Sontak Lucien merasa dirinya seperti sedang melayang dilangit, rasa yang begitu spesial meledak didalam tenggoroakannya. Sedangkan Elise hanya memejamkan matanya dan berkata. "Ini nikmat... Dan begitu spesial..." Serta seakan dirinya telah meledak karena minuman tersebut.