Bab 08

1245 Words
Febi menatap beberapa kali pintu ruangannya, berharap ada yang membukanya dan menyapa dirinya. Sudah lebih dari seminggu, pria yang Febi katakan gila itu tidak pernah datang menemui dirinya lagi. Febi merasa bersalah seminggu yang lalu mengatakan pada Dendra, kalau Kellan adalah teman Febri. Lima hari yang lalu, keluarganya membawa Febi ke pendeta yang menikahkan Febi dan Kellan, pendeta itu mengatakan kalau benar Kellan adalah suami Febi. Kellan juga sudah mengurus dokumen pernikahan mereka setahun yang lalu. Negara sudah menyatakan pernikahan Febi dan Kellan sah. Febi menunduk dan menangis ketika keluarganya memarahi dirinya. Dan Febi ingin meminta maaf pada Kellan, tapi, dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan lelaki itu. Beberapa kali Kellan mengunjungi perusahaan Kellan, pria itu sedang tidak ada ditempat. "Kau merindukannya?" Febi menoleh ke arah pintu ruangannya, terdapat Febri yang menatapnya sinis. Febri dan keluarganya sudah mengetahui kelakuan Febi seminggu yang lalu. Darimana Febri tahu? Tentu saja dari Kellan. Pria itu tidak pernah mau menyimpan rahasia dengan Febri, selalu saja Kellan mengatakan apa pun yang mengganggu hatinya pada Febri, terutama soal Febi. "Kau merindukannya?" tanya Febri sekali lagi, berjalan mendekati meja adiknya. Febi hanya diam. Meraba perasaanya sendiri, apakah dirinya merindukan pria itu. Ahh, Febi memang merindukan pria itu. Sedikit. Febi tak memungkiri kalau pria itu sudah mencuri hatinya. "Tidak. Aku tidak merindukannya." Febi berusaha mengelak. Febri mendelik, adiknya ini memang mempunyai gengsi luar biasa. Padahal jelas-jelas Febi menunjukkan tampang merindukan Kellan, beberapa kali Febi mendatangi perusahaan Kellan. "Kau mau menemuinya? Dia sedang berada di Los Angeles mengurus perusahaannya di sana." Febi menatap pada Febri dan menggeleng, bagaimanapun Febi mempunyai harga diri setinggi langit. Tidak akan mungkin dirinya menemui Kellan ke Los Angeles. "Dia dua bulan di sana atau bisa lebih," ucap Febri kembali memanasi adiknnya. Padahal Kellan akan pulang seminggu lagi, tapi, Febri ingin memberi pelajaran pada adiknya ini. Seharusnya Febi bisa menerima Kellan, bukannya memperkenalkan pria itu sebagai temannya pada pria yang disukai oleh Febi. Febi tampak berpikir dan berdecak kasar. Gadis itu mengambil kunci mobilnya dan memerintahkan asistennya untuk menyiapkan jet pribadinya menuju Los Angeles. Febri yang menatap kepergian Febi menyeringai. Ahh, sebentar lagi dua anak manusia itu pasti akan bermesraan siap-siap saja Febri akan menjadi obat nyamuk mereka. *** Febi menggigit jarinya, ketika sudah sampai di Los Angeles dan mendapatkan pesan dari Febri memberitahukan alamat apartemen dan kode apartemen Kellan. Gadis itu terus menatap pada jalanan menuju ke apartemen Kellan, berharap lelaki itu tidak akan mengusir dirinya dan memarahi dirinya. Ahh, Febi sekarang mengaku bersalah dan akan mulai menerima pernikahannya dengan Kellan. Bagaimanapun menolak, bukti-bukti sudah menunjukkan kalau Febi memang benar istri pria itu. Febi membuka pintu mobil dan berjalan memasuki gedung apartemen yang menjulang tinggi. Dari pesan yang didapatnya dari Febri, kalau gedung apartemen ini adalah milik Kellan. Febi tidak heran, kalau Kellan sangat kaya dan memiliki gedung apartemen seperti ini. Febi mendesah kasar, dan menekan tombol lift menuju lantai 15 tempat apartemen Kellan. Febi kembali merasa gugup, bagaimana ekspresi pria itu kitasmelihat dirinya menghampiri pria itu. Febi keluar dari dalam lift dan mencari nomor apartemen Kellan. 1245 nomor apartemen Kellan, Febi menekan pasword apartemen Kellan dan pintu apartemen pria itu langsung terbuka. Febi berjalan memasuki apartemen pria itu. Menatap sekeliling apartemen Kellan dengan sneyuman manisnya. Ternyata apartemen pria itu sangat nyaman sekali, pantas saja Kellan akan betah berada di sini. Febi mendesah kasar, mengingat bagaimana dirinya mengatakan pria itu bukan suaminya. Seharusnya Febi bisa mengatakan hal lebih baik lagi, misalnya kekasih Kellan. Ahh, Febi dibutakan oleh sebatas sukanya pada Dendra. "Febi, kenapa kau berada di sini?" Febi terlonjak menatap ke arah pintu kamar, di sana sudah ada Kellan bertelanjang d**a dan menatap Febi dengan bingung. Kenapa Febi berada di dalam apartemennya. Febi lebih gugup melihat Kellan berdiri di depannya dengan bertelanjang d**a. d**a Kellan sangat mengiurkan, menarik tangan Febi ingin menyentuh perut kotak-kotak pria itu dan menjilatnya naik turun. Febi menggeleng, mohon sadarkan dirinya untuk saat ini. Bagaimanapun dirinya wanita normal penyuka lekaki bertubuh seksi. Sialan. Kellan begitu gagah. Kellan memerhatikan Febi yang terus menatap pada perutnya. Kellan menyeringai, istrinya itu termakan juga dengan penampilannya saat ini. Kellan sudah mengetahui dari Febri, kalau Febi akan ke sini menyusul dirinya. Saat Febi tiba di bandara, Kellan menyuruh seseorang untuk mengikuti istrinya agar sampai ke apartemennya dengan selamat. Saat Febi membuka pintu apartemennya, Kellan membuka bajunya dan menunggu beberapa menit baru keluar dari kamar. "Kau kenapa? Wajahmu memerah?" tanya Kellan, menahan tawanya melihat wajah istrinya memerah. Febi kembali tersadar dari kekagumannya dari tubuh Kellan. Gadis itu menggeleng dan berjalan menuju sofa mendudukkan bokongnya di atas sofa. "Aku minta maaf," ucap Febi langsung tanpa basa-basi. Kellan mengangkat sebelah alisnya. "Minta masf untuk apa? Aku menikahimu? Kau mengatakan aku teman Febri? Atau karena kau merasa bersalah karena tidak mengakui aku sebagai suamimu?" tanya Kellan mengambil duduk di depan Febi. Febi tersenyum kecut, begitu banyak kesalahannya pada pria ini sekarang. Kalau saja dirinya tidak dimarahi, dan orangtuanya mengatakan kalau Kellan yang menjaganya dari jauh, maka banyak pria yang akan berbuat jahat pada Febi. "Minta maaf untuk semuanya. Aku ingin memulainya dari awal, aku ingin menerima pernikahan ini. Mungkin aku belum mencintaimu, tapi, buatlah aku mencintaimu." Kellan menatap pada dalam manik mata istrinya, ada kesungguhan yang terpancar dalam mata itu. Kellan tersenyum senang. Ia bahagia gadisnya mau menerima dirinya. Kellan sudah mendengar dari Febri, kalau Febi dimarahi dan dibawa ke pendeta yang menikahkan mereka dahulunya. Dan Febi juga sudah menanayakan keafsahan pernikahan mereka dengan adanya dokumen negara. "Kau serius ingin memulainya dari awal?" tanya Kellan. Febi mengangguk, menarik tangan pria itu dan membawanya ke bibirnya. Febi mencium tangan Kellan. Kellan merasa ini situasinya sangat berbalik, kenapa malah perempuan yang melakukan itu kepada lelaki. Sialan. Kellan merasa seperti lelaki yang tidak jantan sama sekali. Kellan menarik tangan dari genggaman Febi, memegang tengkuk gadis itu langsung melumat bibir ranum Febi. Febi memejamkan matanya, membalasa ciuman Kellan dengan memasukan lidahnya ke dalam mulut Kellan, membelit lidah pria itu. "Ahh..." desahan keluar dari mulut Febi, ketika merasakan Kellan meremas payudaranya pelan. Febi melepaskan ciumannya dengan Kellan, setelah merasa kehabisan oksigen. Kellan membersihkan bibir Febi, akibat lipstik gadis itu sudah tidak rapi lagi. "Kalau kau ingin memulainya lagi dan sungguh ingin menjadi istriku. Kau tidak akan bisa bebas lagi Febi! Aku kemarin berpikir akan menceraikan dirimu dan merelakanmu mencari kebahagiaan. Tapi, kau datang dengan sendirinya." Febi menggeleng, takut membayangkan kalau Kellan benar-benar menceraikan dirinya. Kellan adalah lelaki baik, di mana lagi dirinya mencari lelaki seperti Kellan. Febi juga sudah melupakan Dendra, tidak akan pernah mengingat pria itu lagi. Baginya pria itu hanya masa lalunya. "Jangan pernah ceraikan aku. Aku sungguh ingin memulai semuanya dari awal, menjadi istrimu. Menjadi tempatmu pulang. Menjadi wanitamu!" Kellan tersenyum senang, ia tidak akan pernah melupakan hari ini di mana istrinya mau menerima dirinya. Betapa bahagianya Kellan. Kellan kembali mendekatkan wajahnya, namun, saat bibirnya akan bersentuhan dengan bibir Febi. Kellan malah mendengar suara perut istrinya dan menatap pada Febi yang malu padanya. "Kau lapar?" tanya Kellan. Febi mengangguk, "aku belum makan," jawabnya. Kellan terkekeh dan membawa Febi menuju dapur, untung saja Febri mengabarkan Febi akan ke sini. Sehingga Kellan bisa membelikan Febi makanan dan tidak akan menunggu waktu lama. Kellan tidak membeli bahan-bahan untuk dimasak, lagian Kellan tidak akan lama di sini. Makanya dirinya tidak pernah masak. "Makanlah," Kellan melatakkan sepiring salad dan jus buah di dekat Febi. Febi menangguk dan langsung memakannya. Kellan juga mengambilkan beberapa potong kue untuk Febi dan mendekatkan pada istrinya. Istrinya? Sekarang kata itu terasa sempurna. Gadis itu sudah mau menerimanya dan mulai sekarang Kellan tidak akan tidur sendirian lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD