"Lo jahat banget! Kenapa lo enggak ngajakin gue buat ke Panti?" Galuh menelan ludahnya saat di depan rumah, Prasa sudah menunggu dengan wajah kesal. "Gue pikir, lo sibuk karena sekarang musimnya orang nikahan. Jadi gue enggak mau ganggu lo." "Ck!" Prasa berdecak. Gadis itu bangun dari duduknya dan mengikuti langkah Galuh masuk ke dalam rumah. Galuh celingukan, sepertinya kedua pria yang berbagi tempat dengannya di rumah ini, sedang pergi. "Lo kan biasanya tetap tanya ke gue walau gue sibuk. Kenapa sekarang enggak? Lo tadi pagi berangkat sama siapa?" Membeku, saat itu juga Galuh menyadari bahwa dirinya belum sempat memberitahu Prasa soal hubungannya dengan Geo. Memutar tumit, Galuh memperhatikan wajah sahabatnya itu. Dia meringis kemudian. Sepertinya pilihan untuk berkata jujur pada

