Thirty Nine

1527 Words

"Gue mau ngomong sama lo." Galuh baru saja hendak mencuci tangannya, setelah ia selesai makan siang. Di wastafel yang ada di dekat ruang makan, Renjana ternyata sudah menunggunya. Sebelum menyetujui permintaan gadis itu, Galuh lebih dulu melirik ke arah dimana Geo berada. Sesaat tadi, kekasihnya itu sedang berbincang dengan pengurus yang lainnya. "Boleh," kata Galuh setuju. Dia membenarkan ikat rambut yang dia kenakan. "Tapi enggak bisa lama." Renjana tidak bereaksi, gadis itu hanya berbalik badan dan berjalan menjauh. Galuh berdecak, dia tahu bahwa gadis itu meminta dirinya untuk ikut. Maka tanpa memperpanjang rasa kesalnya karena sopan santun Renjana yang minus, Galuh memilih diam untuk sekarang. "Lo pasti tahu gue mau ngomong apa," kata Rere begitu mereka sampai di bawah sebuah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD