Ludovic bangun lebih awal keesokan harinya, hatinya masih terasa berat. Dia mandi, berpakaian, dan bersiap untuk pergi bekerja, semua dilakukan dalam diam yang pekat. Saat dia melangkah keluar dari kamarnya, Elle sudah berdiri di depan pintu, tampak gelisah. "Kamu tidak sarapan, Ludovic?" tanya Elle dengan lembut. Ludovic hanya menggeleng tanpa menatap Elle, berusaha menguatkan diri untuk melewati momen ini tanpa emosi. Elle mengikuti langkahnya ke pintu depan, "Ludovic, tunggu. Apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Kamu terlihat marah padaku." Ludovic berhenti, menarik napas dalam-dalam. Dia berbalik untuk menghadapi Elle, wajahnya masih memancarkan ketenangan yang dipaksakan. "Tidak, Elle. Kamu tidak salah. Aku hanya... memikirkan beberapa hal." Elle tampak lega sekaligus bingung

