Geundis membuka buku yang sejak tadi dia peluk, buku yang menjadi saksi bisu saat dengan berani dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan Aarav karena sakit hati pria itu tak lagi mempercayainya. Sebisa mungkin Geundis menepis jauh-jauh pemikiran tentang Aarav dan hubungan mereka yang kandas karena fokusnya sekarang adalah ingin mengetahui misteri kematian perawat yang hantunya sempat dia lihat penampakannya. Saat dia menemukan jawaban dari misteri itu di salah satu halaman buku, Geundis membacanya dengan seksama. Kedua matanya melebar begitu mengetahui bahwa sang perawat memang tewas karena keracunan makanan. Ya, makanan yang sengaja dicampurkan dengan racun oleh orang jahat yang mengincar nyawanya. “I-ini serius sesama rekan kerjanya yang mencampurkan racun pada makanannya?”

