Seminggu telah berlalu. Tubuh Elena benar-benar telah pulih, tetapi jiwanya tidak. Sore itu ia berjalan sendirian di halaman belakang mansion, menghirup udara senja yang hangat namun terasa asing di dadanya. Angin berembus pelan, menggerakkan ujung rambutnya, seolah berusaha menenangkan sesuatu yang tak lagi bisa ditenangkan. "Entah bagaimana aku bisa bertahan sejauh ini," batinnya lirih. 'Padahal aku sudah kehilangan segalanya." Langkahnya melambat. "Masa depan. Harga diri. Bahkan … aku hampir saja menjadi seorang ibu. Bayangan itu datang tanpa izin seorang bayi kecil, mungil, dengan wajah polos yang mungkin akan tersenyum padanya. Lucu. Hangat. Hidup." Namun bayangan itu hancur sebelum sempat menjadi nyata. Langkah Elena terhenti tepat di hadapan kebun mawar yang berjejer rapi.

